Sembilan Kecerdasan pada Anak


Tidak ada lagi rangking di sekolah.  Memang sudah sepatutnya tidak ada lagi pengkotak-kotakan anak di dalam kelas maupun di luar kelas. Baik di rumah, di masyarakat maupun di mana saja. Kenapa? Setiap anak juara di bidangnya masing-masing. Setiap manusia yang terlahir ke dunia adalah pemenang, bagaimanapun bentuk dan karakternya masing-masing. Baik yang normal maupun yang tidak normal, setiap kita yang bisa mencium baunya dunia adalah pemenang , kenapa? Bukankah kita ini adalah satu saja dari sel sperma yang sukses menuju sel telur dan menjadi manusia. Jadi  setiap kita yang terlahir ke dunia ini adalah pemenang dari jutaan sel calon manusia lainnya. 
Allah sang maha pencipta,  juga sudah menititipkan berbagai kecerdasan dan karakteristik setiap mahluk yang diciptakannya. Masing-masing individu berbeda, tidak ada satupun yang persis sama. Termasuk anak kembar identik sekalipun,  pasti ada pembedanya. Begitu Maha besarnya Allah dengan segala apa yang diciptakannya. Sebagai orangtua, kita tentu harus bersyukur dianugerahi oleh Allah seorang anak. Mereka harta karun yang tak ternilai harganya. Setiap anak dititipkan  kecerdasan dan kemampuan yang berbeda. Tidak hanya satu, tetapi banyak atau majemuk. Disebut juga dengan multiple intelligences. Apa saja kecerdasan yang di miliki oleh setiap anak sejak mereka terlahir ke dunia ini?
Howard Gardner, seorang psikolog dari Harvard University menyatakan bahwa setiap anak punya kecenderungan kecerdasan yang berbeda. Ada sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Namun manakah yang dominan pada setiap anak? Itulah tugas kita sebagai orangtua untuk menggalinya. Apa saja sembilan kecerdasan tersebut yuk kita bahas.😊

1. Cerdas bahasa (linguistik)
Merupakan kemampuan menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara maksimal dan berkompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan pikiran-pikiran dalam bicara, membaca  dan menulis.

2. Kecerdasan matematis dan logis. Yaitu kemampuan menangani bilangan, perhitungan, pola, serta pemikiran logis dan ilmiah.

3. Kecerdasan visual-spasial
Kecerdasan yang bisa merekam semua yang diamati dan mampu melukiskannya kembali.

4. Kecerdasan musikal
Kemampuan dalam menyimpan nada dan irama musik dalam memori

5. Kecerdasan kinestis
Kemampuan menggunakan anggota tubuh untuk segala kebutuhan dan kepentingan hidup

6. Kecerdasan interpersonal
Kemampuan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

7. Kecerdasan intrapersonal
Kemampuan mengenali dan memahami diri sendiri serta berani bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.

8. Kecerdasan Naturalis
Kemampuan mengenali lingkungan dan memperlakukannya secara proporsional

9. Kecerdasan eksistensial
Kemampuan merasakan dan menghayati berbagai pengalaman rohani atas pelajaran atau pemahaman sesuai keyakinan kepada Tuhan.

Itulah sembilan kecerdadan yang ada pada setiap anak. Jika kita bisa mengoptimalkan salah satu saja dari kecerdadan yang dimiliki setiap anak, maka anak kita akan menjadi sebuah harta karun yang tidak ternilai harganya. kita sebagai orang tua, guru pertama bagi anak harus mampu memberikan stimulus-stimulus yang kemudian kecerdasan itu bisa tumbuh dan berkembang. orang tua bersama guru dan lingkungan mampu memupuknya sehingga akan tumbuh dan berkembang secara maksimal.
Mungkin kita tidak bisa menumbuhkan dan mengebangkan semuanya, tetapi minimal  kita mampu menemukan satu atau dua kecerdasan pada anak - anak kita, maka kita sudah menemukan harta karun yang melebihi kekayaan harta benda yang mungkin menggoda. Di dunia ini tidak ada anak yang bodoh. Hal itu benar adanya, karena memang tidak ada anak yang terlahir bodoh, yang ada anak yang tidak tumbuh dan berkembang kecerdasannya dikarenakan stimulus dan pupuk-pupuk bernutrisi tidak dia dapatkan. Oleh karena itu, di sinilah peran orang tua sebagai guru pertama bagi anak dan juga sebagai model yang setiap hari bahkan setiap saat berada di samping anak-anak harus menunjukkan peran yang sangat berarti. Maka dari itu, mari kita lebih dekat dengan anak-anak, lebih mengenal luar dalam mereka, perhatian tidak sekedar materi saja tapi harus lebih dari itu. Karena anak adalah amanah. Jika kita salah didik maka bisa jadi anak akan menyalahkan kita kelak dan juga pertanggung jawaban kita kepada Sang Pemberi Amanah. Semoga tulisan ini bisa menjadikan kita berintrospeksi diri, bagaimana kita seharusnya menjadi seorang orangtua yang sesungguhnya. Yang bisa menggali potensi dan kecerdasan anak-anak kita secara maksimal.🤗🤗💖 

2 comments:

  1. Mantap buk Dilla... Semangat menulis terus menyala...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yra.. Semoga pak Irwan 😊🙏 karena ini yang akan abadi nantinya

      Delete