Breaking News

Teks Puisi Kelas VIII Kurikulum Merdeka (Pengertian, Ciri, Unsur Pembangun dan Cara Menulis Teks Puisi)

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak


Pengertian, ciri, Unsur Pembangun dan Cara Menulis Teks Puisi

Pengertian Teks Puisi 

Puisi adalah kata-kata indah yang maknanya berkesan. Puisi juga dimaknai dengan Karangan yang mengungkapkan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. 

Unsur Pembangun Teks Puisi

Unsur Fisik 

  1. Diksi (pilihan Kata) 
  2. Imaji, yaitu unsur yang melibatkan penggunaan panca indra manusia. seperti, Imaji Penglihatan (Imaji Visual), Imaji Pendengaran (Imaji Audio), dan Imaji Raba atau sentug (Imaji Taktil)
  3. Majas ( Gaya Bahasa). yaitu, bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi pembaca. Contohnya; Majas Simile yaitu menggunakan kata perbandingan atau pengandaian. Majas Repetisi yaitu majas yang digunakan dnegan pengulangan kata yang sama anatar lirik atau dalam satu lirik. Majas Metafora yaitu Menggunakan simbol untuk memperkuat akna diksi yang ditambpilkan. 
  4. Kata Konotasi. Yaitu kata yang memungkinkan terjadinya imaji. bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji. biasanya berhubungan dengan kiasan atau lambang 
  5. Kata Konkret. Menurut KBBI adalah adalah nyata, benar-benar ada, berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya.
  6. Irama. Yaitu alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang bisa membangkitkan emosi tertentu. 
  7. Typografi. yaitu perwajahan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri dan kanan. tidak memiliki pengaturan baris. 
Selain itu ada kata kunci lain untuk puisi yaitu;
1. Lirik atau Baris. 
2. Bait yaitu kumpulan dari beberapa baris 


Unsur Batin Puisi 

Selain unsur fisik yang terlihat dalam sebah puisi, Puisi juga memiliki unsur batin. diantaranya adalah; 
  1. Tema. Yaitu Gagasan atau ide pokok dari puisi (tema sosial, kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, dan alam) 
  2. Rasa. yaitu Sikap penyair terhadap permasalahan yang terdapat dalam puisi
  3. Nada. Yaitu Sikap penyair terhadap pekbacaannya (nada tinggi, rendah dsb) 
  4. Amanat. yaitu Pesan yang terkandung dalam puisi. 

Cara Membuat Puisi:

1. Menentukan Tema dan Judul
Tema dan judul yang menarik dapat membuat puisi lebih mudah diingat. Pilihlah tema sesuai dengan kata hati.

Misalnya, tema puisi berhubungan dengan alam, persahabatan, sosial, atau ungkapan hati. Berikut contoh puisi bertemakan ibadah.

Contoh puisi: Sepertiga Malam

Di sepertiga malam itu,

Rintik-rintik hujan kemudian membangunkan aku dari lelap

Mataku terbuka

Tiba-tiba, aku merasa rindu sekali bercerita kepada Tuhan

Tuhan, Lelah ku hari ini menghasilkan tangis kejar

Aku ingin bangkit,

2. Menentukan Kata Kunci
Kata kunci dapat membantu dalam menentukan arah dan fokus puisi. Pilihlah kata-kata sesuai tema dan judul yang telah ditentukan.

Tentukan kata kunci yang akan dikembangkan menjadi kalimat. Misalnya, satu kata kunci dapat menjadi satu baris dalam puisi.

Contoh kata kunci: marah, keserakahan, kecewa, keegoisan

Contoh puisi: Tak Puas

Hutan telah mulai menguning

Sungai telah beracun limbah

Ikan-ikan mati tak bersisa

Makhluk binasa dan tak ada lagi pangan

3. Menggunakan Gaya Bahasa

Gaya bahasa dapat membuat puisi lebih menarik dan bermakna. Gunakan gaya bahasa sesuai tema dan suasana puisi. Gaya bahasa dapat berupa majas, perbandingan, atau penggunaan kata-kata yang kaya makna. Beberapa gaya bahasa yang dapat digunakan dalam puisi antara lain metafora, simile, dan personifikasi.

Contoh puisi: Dunia Kini Minggu Pagi pun Merebak

Bagai daun kering yang berguguran

Tak henti-hentinya ia berguguran

Saat semuanya terlena dan berubah

Sekelompok manusia kemudian berencana yang mengubah

4. Memperhatikan Diksi dan Rima
Diksi atau pemilihan kata dan rima dapat membuat puisi lebih harmonis dan enak didengar. Pilihlah kata-kata yang sesuai unsur keindahan sekaligus makna yang padat, serta perhatikan pola rima yang digunakan.

Diksi merupakan pemilihan kata yang dilakukan penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan makna yang ingin disampaikan. Sedangkan rima adalah kesamaan nada atau bunyi, baik di akhir setiap larik atau baris maupun di dalamnya. Irama adalah pola bunyi yang terdapat dalam puisi.

Contoh puisi: Sembahyang Rindu

Bahkan ombak ini menolak membawa rinduku kepadamu

Bersama angin kemudian disembahyangkan diri

Mentakbirkan daun serta rumput

Melambai-lambai jauh padamu

Gelora doa serta zikir ombak

Mentasbihkan ia pasir-pasir

sumber; Buku kemndikbud dan Google 


Tidak ada komentar