Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak


Teks Cerpen 
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas : IX 



MEMAKNAI KEHIDUPAN MELALUI CERPEN 



















SEMOGA BER,MANFAAT, SILAKAN TINGGALKAN KOMENTAR JIKA MAU MATERI LAINNYA :)
 
Teks Pidato Persuasif 
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : IX




Gambar di atas adalah kutipan isi pidato Bung Karno. Presiden pertama Indonesia 

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak

Teks Laporan Percobaan 
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas IX SMP 








Mengupload: 81173 dari 81173 byte diupload.









Mengupload: 53141 dari 53141 byte diupload.




Sejak pandemi menyapa dunia dan sudah memasuki ulang tahun ke-2. hampir semua lini kehidupan merasakan dampaknya. Baik dari segi materil maupun immateril.
Bagi orang yang berpikiran maju, keadaan ini bisa menjadi peluang kerja yang menjanjikan.  Apalagi sejak pemberlakuan lokdown hampir semua aktivitas dialihkan ke dalam rumah. Di sinilah bagi orang yang bisa melihat peluang mengambil kesempatan. 

Salah satu trend yang paling digemari sekarang adalah jualan online. Hampir  semua orang sekarang bisa berjualan online dimanapun dan kapanpun. Kalau dulu salah satu sarat menjadi seorang pengusaha, harus membutuhkan modal yang cukup besar untuk beragam kebutuhan seperti toko fisik hingga mengumpulkan stok produk yang akan dijual. Namun, dengan perkembangan teknologi di era modern kini, beragam platform berjualan online bisa dimanfaatkan.  membuat kita dengan mudah menjadi seorang pengusaha online.

Berjualan online tidak harus menyetok barang. Kita bisa mengambil barang langsung dari produsen dengan menjadi reseller. Atau menjual produk kita dengan memasukkan ke platform penjualan yang banyak sekarang ini diantaranya; Tokopedia , Lazada, Shoppy, Buka Lapak dan lain-lain. 

Di kalangan guru, baik yang sudah menjadi PNS maupun honorer juga banyak yang menjadi pedagang online.  Karena  penjual online merupakan profesi dengan keuntungan yang menjanjikan. Tidak sedikit dari mereka meraup untung puluhan hingga ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Tergantung kepada niat kita dalam  berjualan. 
Sebut saja seorang guru olah raga,  ketika menemukan  kesulitan dalam menemukan perlengkapan silat. Dia memulai mencari perlengkapan silat dengan membeli online, ketika melihat ini adalah peluang yang menjanjikan dia mulai berani untuk membuka toko online. 
Hidup di zaman now, harus cerdik melihat peluang. Asalkan tidak mengganggu  tugas utama sah-sah saja seorang guru menjadi pedagang online. Syarat utamanya harus melek teknologi dan memanfaatkan segal perkembangan yang terjadi, termasuk untuk meraih untung melalui berjualan online. Apalagi  kebanyakan dari guru yang berjualan online juga dibantu oleh keluarganya. Bahkan guru yang berhasil jualan online bisa menghasilkan uang lebih besar dari gaji yang diterima setiap bulannya. Jadi tidaklah salah kalau Jualan online memang pekerjaan keren.






Ada sesuatu yang beda di hari ini. Hari fitri nan dinanti, ada sesuatu yang berbeda dari tahun  tahun sebelumnya. Air mata ini tak terbendung di pagi ini,  ketika kujabat dan kucuim tangan serta kupeluk tubuh mama. Justru ingatan dan kenangan langsung ingat dengan sosok yang selalu menunggu kami untuk saling berjabat tangan dan berpelukan. Yah, itulah Pa, kembali sesak ini bergelayut di hati. 
Papa, sosok cinta pertama dan sejatiku. Kini telah kau tinggalkan kami dalam sendu, sendu akan rindu yang membiru. Setelah kau pergi dan 
tinggalkan semua kenangan indah yang selau terpatri di hati sanunari. 
Dear pa, bagaimana kabarmu di sana. Semoga kau baik baik saja dan selalu di dalam naungan sang kuasa. Kau telah tenang di sisiNya,  di haribaan sang pemilikmu. Pa, ini  adalah ramadhan pertama kami tanpamu. Sahur pertamaku harus ditemani air mata, karena tidak ada lagi suara itu, suara yang selalu membangunkanku di setiap sahur. 
Masih terngiang jelas di kepalaku bagaiman caramu membangunkanku. Selalu kebiasaan yang kau tanamkan menjadi darah daging bagiku kini. Semua itu sangat sangat bermanfaat Pa🥺
Bagaimana kau selalu sibuk di pagi itu untuk menyusun roti pesanan pelanggan. Pa, rindu ini tak bertepi untukmu, kau tak lagi ada disampingku, di dekatku, namun selalu ada di dalam setiap doa-doa ku. Jauh dimata dekat dihati.😥 Ternyata ramdhan kemarin adalah ramadhan pterakhirmu pa. Tak ada satu kalipun kau yang libur ke mushala, walaupun ketika itu Covid melanda. Kau tetap pergi walaupun lewat pintu samping mushala. 
Pa, untaian doa selalu kupersembahkan untukmu,  di ramadhan ini sangat susah bagiku menghapus kenangan tentangmu. Melupakan seruanmu dan pesananmu setiap berbuka. Bagaimana aku harus menyiapkan minumanmu selalu, biasanya timun serut dengan sirup melon, jus nenas dan sirsak, tak pernah lupa ku suguhkan untukmu bergantian. Masih kuingat kalau sirup dan buahnya habis sengaja aku ke pasar hanya untuk membelikan bahan minumanmu saja. Tidak ramadhan saja, setiap hari ketika kau pulang marathon setiap pagi. Setiap akan berangkat kerja, minuman mu akan selalu ada. 
Sampai sekarang Pa, tak pernah lagi ku beli semua buah kesukaanmu itu. Setiap nampak itu di pasar, air mata ini langsung tak terbendung.🥺😥
Pa, doaku akan selalu menyertai tidur panjangmu. Insyaallah akukan  menjadi anak sholehah untukmu. Yang akan selalu mendoakanmu dalam setiap sujudku. Sulit dan sangat sulit untuk move on dari kesedihan dan kerinduan ini.🥺 
Pa, setelah kepergianmu, baru sekarang ku bisa menuliskan kembali kerinduan ini. Kembali mencoba untuk menulis. Tenang di sana Pa, tunggu kami di surgaNya Allah 🤲🥺😭

Hidup ini seperti buku. Cover depan adalah tanggal lahir, cover belakang adalah tanggal kematian. Tiap lembar adalah hari-hari dalam hidup kita.


Satu yang pasti dan tak ada satupun manusia yang tau kapan datangnya yah, kematian. Tiga rahasia kematian yang tak pernah kita tahu, dimana, kapan dan karena apa. Tidak ada satu manusia yang paling hebat sekali pun yang bisa menebak dan menetukan kapan rahasia itu akan menemui dan datang menghampiri setiap insan. 
Katanya diusia 40 tahun kita akan diuji dengan berbagai ujian; seperti sakit, kehilangan, kematian orang yang dicinta, masalah anak, masalah dengan pasangan dan berbagai ujian kehidupan lainnya. Ternyata benar, di tahun ini menjelang 40 tahun umurku, ujian itu menghampiri diri ini. Aku kehilangan separuh jiwaku, kehilangan orangtua yang menjadi cinta pertama ku. 

Tumpuan dan tempat mengadu. Sakit, sesak dan sedih bercampur menjadi satu. Tak pernah terbayangkan sedikit pun,  di saat semua berjalan normal,  tanpa ada keluhan atau rintihan sakit dari mulut mu, tiba tiba saja kau pergi di senja itu.
Ya Allah, rasa tak rela, rasa tak percaya melihat kenyataan ini. Walaupun dokter langsung memvonis betapa kritisnya keadaan mu saat itu, aku tak percaya, karena kau adalah sosok yang kuat, semangat dan tak pernah mengeluh apapun sakit yang kau rasa.  Kalaupun ada paling hanya keluhan, asam urat yang memang sudah lama kau derita. 
Pa, di hari baik,  bulan baik dan tanggal cantik, 222021 di hari Selasa kau ukir cerita pilu dan sedih dalam hidupku, hidup kami. Hanya tinggal cerita dan kenangan yang bisa kami ingat. Tentangmu tentang kita, tentang kebersamaan kita. Kau beri makna hidup ini yang tanpa pamrih,  berbuat dan bermanfaat untuk sesama, dan jangan peduli apa kata orang. 
"Kita berbuat baik saja masih banyak orang yang protes, apalah lagi berbuat jahat," ucapmu. Yang penting berbuat untuk orang banyak, bermanfaat untuk semua.  Itu yang kini ku azzamkan di hati ini. Selagi tidak merugikan dan menyakiti hati orang lain, "Majuu, Lanjutkan!!" Kalau tidak kita yang berbuat siapa lagi. 
Alhamdulillah di akhir hidup mu, kau sibuk kan diri menjadi pengurus rumah Allah. Mushala yang dari nol, hancur. Kini tegak megah berdiri dengam ramainya jamaah yang datang setiap lima waktu. Walaupun di akhir masa tugasmu,  ada yang mau menjatuhkan dan mengaku menjadi 'pahlawan', bahkan untuk pembubaran pengurus saja dirimu tak di undang.😥  kau ikhlas melepas semua. Masih ku ingat kata-katamu, "Yang penting mushala sudah beridiri tunai tugasku, lanjutkan lah lagi, aku mau istirahat dan ibadah aja lagi." Ujarmu. 
Namun kalau Allah sudah mengangkat derajat seorang hamba tidak akan ada yang bisa menjatuhkan. Justru kau diminta untuk menjadi pengurus inti di kelurahan. 
Ketika namamu tak di undang dalam sebuah acara kampung,  kau justru berbicara atas nama pemerintah kota. Ya Allah, sangat indah kenangan tentangmu Pa. Ketika aku juga tak mau tampil, karena marah dirimu tak diundang,  namun kau ajarkan untuk bisa berhati besar dan berbuat dengan ikhlas. 

Pa, di saat terang matamu, setelah diangkat katarak di korneamu. Di saat lantunan ayat suci kembali kau dendangkan dengan irama merdu setelah dhuhamu. Kini kau kembali kepadanya dengan keadaan bersih, dengan senyuman mengembang di bibirmu.  Seolah berucap, "Selamat tinggal, dan papa sudah bahagia di sini di samping pemilik hidup." 
Lanjutkan perjuangan papa untuk bisa bermanfaat untuk orang banyak. 😥
Insyaallah Papa husnul khatimah.  Karena di alam bawah sadarmu kau selalu berzikir dan ikuti  kalimat yang ku talqin kan di telingamu, tepat jam 16.15 wib di ICU RSAM. Aku saksi hidup betapa dirimu adalah orang baik karena hanya sekejab merasakan sakit. Banjir manusia menanti kepulangan jenazahmu. Lautan manusia banjir air mata dan mengantar dirimu ke peristirahatan terakhirmu😥
Selamat jalan Pa, walaupun sesak, sedih dan sakit, kami ikhlas melepasmu kepada sang maha Pemilik hidup dan mati. Tunggu kami, bersama kita menuju JannahNya.🤲😥😭❤💝
Tiga hal yang pasti dari Allah, Kelahiran, Rezeki dan Kematian.

Di subuh yang dingin, tak terdengar suaramu membangunkan para krucilku, hampir terlambat langkah mereka yang ku cinta menuju rumah-Mu.  Ternyata memang tidak ada dirimu di bagian shaf itu, hanya pagi itu saja. Ternyata dirimu sakit, yang tak pernah terucap dan juga tidak mau dibawa ke rumah sakit. Di hari yang sama dengan sedikit rayuan dan paksaan akhirnya dirimu menurut juga. 

Sangat kuat semangatmu untuk sehat, tak ada tanda dan tak ada sedikitpun firasat bahwa dirimu akan pergi selamanya Pa!😥
Sosok panutan, dan cinta pertama ku kini telah tenang di haribaan Mu. Sosok yang memberi nama, mendidik dan menjadikan diri ini bisa seperti ini. Bisa menjalani kehidupan dengan berbagai rintangan dan berbagai badai topan matahari kehidupan yang mendera. Kau lah Pa, yang menjadi penopang,  menjadi sosok terdepan yang selalu melindungiku. 
Di saat badai rumah tangga mendera, kau tampil menjadi sosok penengah dan pencerah.  Dirimu manusia bijak yang sangat dicintai semua orang. Bukti baik dan cinta insan padamu, semua meneteskan air mata di hari kepergianmu , semua kaget dan bersimbah air mata.
Pa, sangat cepat dirimu pergi, tanpa kau beri pesan dan tanda, kau pergi menghadapNya , sang pemilik cinta, pemilik segala😥 Tak pernah terbayang  bahwa semua akan berjalan secepat ini, namun semua nyata. Di tanggal cantik itu, di hari Selasa. Yang katanya adalah hari  dimana orang-orang baik dipanggil oleh sang pemiliknya. Kau pergi meninggalkan kami tanpa cela. Yah, 222021 adalah tanggal bersejarah bagiku,  di hari itu tunai sudah baktiku menemanimu Pa! Sampai di pembaringan terakhirmu,  sampai sakratul maut menjemputmu. Di bawah sadarmu,  kau ikuti kalimat talqin yang ku bisikan dintelingamu. Pa, hati ini masih sesak jika ingat begitu cepat dirimu pergi. Tak kau izinkan kami merawatmu dalam sakit. Karena sakitmu hanya satu hari saja dan kau pergi selamanya. 

Pa, dengan senyuman dirimu pergi meninggalkan ku dengan semua kenangan yang kan terukir di sepanjang hayat kami. Cucu-cucumu, sangat menyayangimu, sangat kehilangan sosok tempat mereka mengadu bila kena marah dariku. Sosok pahlawan dalam sanubariku, separuh jiwaku pergi bersamamu Pa. 😭
Pintaku pada-Mu ya Allah, sang Maha Pemilik hidup dan mati. Jadikan setiap zikir, doa dan lantunan ayat Alquran yang keluar dari bibir ini, sampai kepadamu di alam sana. Mengalir untukmu di alam penantian di sana, di alam barzah. Tenang di sana Pa, tunggu kami dan bergandengan tangan kita menuju JannahNya 🤲😥😭💝
Banyak kisah terurai di tahunmu. Banyak cerita terangkai dalam setiap alur kehidupanmu. Aku hanyalah pelengkap tokoh di dalam ceritamu 2020.
Kisah bermula dengan hadirnya satu karya yang dinanti. Karya perdana melecut emosi dan  motivasi. Bulan-bulan berikutnya hadir  karya-karya baru yang menggugah jiwa dan semangat. 2020, kini kau telah berlalu,  namun kisahmu belum usai. Kini kau menjelma menjadi 2021, melanjutkan semua kisah yang tak kau bawa dengan angka nolmu. Apa? Pandemi. Yah, pandemi. Masih merebak pandemi di tahun ini. "Kenapa tak kau bawa pergi," ujarku. "Karena masih ada cerita indah untukmu di tahun baru ini, denganku tentunya" jawabmu.
2020, banyak kisah berawal di tahunmu,  hampir semua impian dan cita-cita terwujud di tahun ini. Jauh melampaui ekspektasi dan harapanku, semua berjalan indah sesuai alur dan skenario pemilikmu.  Yah, Dia lah yang maha pengatur segalanya, skenario indah telah berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Tak ingin kutulis duka dan nestapa, biarlah itu menjadi batu loncatan untuk perubahan dan impian yang lebih besar lagi. Sang pemilik hidup telah menentukan segalanya, tinggal kita menjalankan peran dengan terus bergerak dan menyerahkan segala kepada-Nya. Dengan satu niat, untuk menggapai Ridho, dan kerelaan-Nya. 
Akhir 2020 pun membawa cerita tersendiri bagiku, bagi kami.  setelah 10 tahun yang lalu kisah lama terulang kembali, tentu dengan cerita yang lebih indah dan bermakna lagi. Akhirnya, satu persatu impian itu terwujud,  jauh melampaui  bayangan dan harapan yang sebenarnya. Di tahun ini juga ku belajar,  untuk mensyukuri semua nikmat dan berserah dan berazzam tuk selalu berpotret dan berserah kepada yang Satu. 
2021, di umur keduamu, hari ini sebuah perjalanan panjang kujalani, melangkah mengikuti impian dan harapan masa lalu, kini terwujud dengan indah. 
Perjalanan panjang membawa kebahagiaan dengan merajut tali silaturahmi dengan semua sanak famili. Ku titip buah hati pada sang Ilahi, dengan membawa satu dan ribuan impian lagi yang kan kami jelang di tahun ini. 

Untukmu 2020, syukur ku pada sang pemilik hari, dan 2021 semoga semua impian dan harapan baru juga terwujud di tahun ini. Untukmu sahabat, lihatlah dari sudut pandang berbeda, jangan pandemi dan berbagai ketetapan sang pemilik hidup menjadi penghalang untuk terus bergerak dan bermanfaat untuk semua. Selalu berdoa dan berazzam agar selalu istiqomah berada di jalan-Nya. 
2 Januari 2021. 
Lintas Sumatra

Sesungguhnya hidup ini adalah perjalanan panjang yang akan berujung ke peristirahatan abadi. Setiap kita mempunyai jatah dan waktu yang pasti, tinggal menunggu hari. Kapankah? Hari ini, esok lusa, tahun depan,  atau malahan detik ini juga. Semua sudah tertulis di buku takdir masing-masing insan. Tidak ada satu daun gugur pun yang tidak diketahui-Nya. semua atas izin dan kehendak sang pemilik hidup.

Sahabat, setiap detik helaan nafas yang diberi adalah sebuah anugerah, nikmat bahwa Allah masih memberi waktu untuk kita bisa bertobat. Waktu untuk  bisa selalu ingat dengan-Nya masih ada waktu untuk kembali kepada-Nya. Perjalanan yang singkat ini jadikanlah sebuah ladang amal untuk bisa berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama. Kita hidup di dunia, sebuah jembatan menuju kehidupan nan abadi. Banyak onak dan  duri yang akan dilalui, tetap berbuat baik dimana saja, kepada siapa saja. Luruskan niat untuk bermanfaat dimana saja berada. Jangan dipikirkan komentar jelek tentang kita. Karena hidup tidak untuk memikirkan komentar orang lain. Kalau ada orang membicarakan kita di belakang, Itu sudah pasti kalau kita ada di depan mereka. Makanya bersyukrulah dan bersyukurlah atas semua nikmat yang ada. 

Perjalanan hidup ini adalah keniscayaan. Jika Allah sudah mengangkat derajat seseorang, tidak akan ada satupun Manusia yang bisa menjatuhkannya. Berusalah untuk dicintai oleh penduduk langit, dengan banyak menyebut Asma-nya. Maka kecintaan penduduk bumi, sudah keniscayaan. Kejarlah akhirat, dunia akan mengejarmu. Bayangan akan selalu mengikuti badan, maka jangan pernah mengejar bayangan karena dia akan lari menjauh. 
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Sebagai seorang Hamba, sudah seharusnya kita selalu bergerak dan abdikan diri menggapai Ridho Illahi dalam setiap helaan nafas ini. Kita hanyalah karyawan Allah. I am  Employee of Allah. Terus bergerak, biarkan Allah yang menilai, Allah yang memberi. Allah yang menetukan jalan hidup dan takdir haqiqi di tangan-Nya🤲🥰
Desember 2020, beberapa hari lagi angka berganti, tahun berganti, jam berganti dan waktu terus bergulir. Pertanda bahwa usia juga berkurang, jadikanlah pergantian tahun dan usia ini sebagai awal untuk meluruskan niat kembali kepada-Nya. Sebuah renungan diri di akhir tahun 2020. 
Hakikat hidup adalah sebuah perjalanan panjang menuju tempat nan abadi.
Renungan untuk diri sendiri🤲