Bahagia Bisa Ditularkan


Bahagia adalah sesuatu yang di cari di dunia ini. Orang mau melakukan apa saja  mendapatkan apa yang namanya bahagia. Apakah bahagia itu akan datang sendiri. Dicari atau diciptakan? Apakah bahagia itu bisa di tularkan? Sangat banyak pertanyaan yang bisa diajuakan untuk sebuah kata bahagaia ini. Apapun pekerjaan kita, dimana saja kita berada, yangbpasti kita akan mencari kebahagiaan. 
Bahagia itu diciptakan, bukan hanya di nantikan. Bahagia itu bisa ditularkan, tidak hanya dirasakan sendiri. Ketika kita bisa berbagi kebahagiaan. Maka bahagaia kitavakan berlipat ganda. Ah masa, bener nggak sih? Mari kita ikuti uladan berikut. 
Kita ambil sebuah contoh profesi yaitu guru. Menjadi guru yang baik adalah idaman setiap pendidik. Bagaimana menjadi guru yang baik? Yaitu kita haruslah nenarik dan menyenangkan, guru yang bisa diterima dengan hati, adalah mereka yang mengajar juga dengan hati. Ketika seorang guru masuk.kelas dengan perasaan bahagia dan senyuman manis. Maka murid-murid yang melihat dan menanti juga akan bahagia. Merekanakan menyanbut gurunya juga dengan senyuman manis. Jika masing-masung sudah menulai dengan senyuman manis dan bahagia. Apa yang akan terjadi? Maka akan sangat mudahlah pelajaran yang diberi ditangkap oleh murid-muridnya. Merka akan terimabs kebahagiaan yanh di bawa oleh sang guru yang bahagia tadi. Benarkan kalau bahagia itu bisa di tularkan. Sangat mudah bahkan. 
Guru adalah ujung tombak kebahagiaan dan kesuksesan seorang murid. Lihatlah setiap kita adalah murid yangvemmpunyai guru sangat banyak individu yang sukses dan berhasil berkatvmotivasi dan teladan dari seorang guru jya. Bahkan pasti afa di setiap diri kita yang menjadikan guru kita afalah seorang idola dalam kehidupan, fan kesuksesan kita. Bmterlepas dari guru TK, SD, SMP, akupun  SMA.  Bahkan guru di bangku kuliah sekalipun. Sebenarnya guru adalah kurikulum yang sesungguhnya. Karena dari gurulah seorang murid bisa menyenangi sesuatu, dan dari guru pula murid bisa membenci sesuatu. Jika kita bekerja secara bahagia maka kebahagiaan akan membersamai kita. Jika guru bahagia, maka muridpun akan bahagia. Setiap orang yang bahagia, akan berbagi kebahagiaan kepada orang disekitarnya. 
Kita lihat profesi lainnya. Salah satu contoh seseorang yang bekerja dg bahagia. Sama-sama menjual teh tarik. Namun ada seorang menjual  yang berjualan dengan bahagaia, ceria dan menyenangkan. Dia berputar, menari sambil bergaya, memproses membuat teh tarik, dengan trik yang memukau, maka orang juga bahagia melihat proses itu. Sudah pasti banyak orang yang tertarik untuk membeli sambil tersenyum bahagia melihat proses yang dilakukannya. Segala sesuatu yg kita jalani, akan menimbulkan kebagahiaan itu sendiri.
Contoh lain seorang penjual rujak, seorang penjual rujak membuka buah dg cara bergoyang dan memasang speaker aktif. Dia melayani pembeli dengan bahagia, maka lihatlah pembelinya sangat banyak. Oleh karena itu, apapun profesi dan  pekerjaan kita kerjakanlah dengan bahagia. 

Tiga tipe guru dalam mengajar 
1. Guru nyasar. Guru kebetulan, yangbtdk bertransformasi, akan me jadi guru nyasar, akan me jadi guru tanpa motivasi dan tidak punya semnagat. Akan melahirkan juga murid nyasar. Merak hanya sebatas melaksanakan kewajiban , tanpa mau belajar menggali potensi diri dan cara mengajar yg baik. Guru nyasar musibah bagi dirinya sendiri dan juga anak anaknya. Meraka malas berbicara dan tersenyum dgbmurid muridnya. Meraka merasa menjadi guru adalah musibah. Maka akan menjadi musiabah bagi mridnya, dan juga rekan kerjanya. Apapun pelajaran yg di pegang oleh guru nyasar adalah 
Guru yg suka mengeluh adalah ciri ciri guru nyasar. Orang yang suka me gekuh adalah Meraka yang melihatkan titik lemahnya. Semua keluhan ttg murid,.
Guru nyasar adalah guru yang suka menunda. Lalu malas. Bagibyg suka malas, menunda itu adalah ciri guru nyasar menyalahkan, dan banyak alasan. 
2. Guru bayar
Adalah seorang guru yang kuat motivasinya mengajar karena di gaji tinggi. Dia akan pindah jika gajinya kecil dan mencari tempat yg gajinya tinggi. Guru bayar adalah guru yg berenergi sebatas energi duit. Selagi bulan muda dia semnagat namu akhir bulan lemes. Guru yg orientasinya uang, maka imbasnya kepada murid. 
Betapa zalim seorang guru yang meninggalkan muridnya dan hanya meninggalkan tugas saja tanpa berusaha maksimal mengajar murid. Sementara perjuangan murid sangatlah berat untuk mendapatkan ilmu dari gurunya.

0 comments:

Post a comment