Teks Diskusi

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak

MATERI TEKS DISKUSI 

Jenjang                 :SMP 
Kelas                      : IX 
Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia 

Teks diskusi adalah teks yang menyajikan sejumlah pendapat dari berbagai sudut pandang terkait dengan permasalahan tertentu. Teks semacam ini dapat  dijumpai, pada rapat tentang penyusunan kegiatan OSIS, rapat RT tentang masalah sampah. dan lain-lain. Ketika itu setiap orang mengajukan pendapat yang mungkin berbeda-beda. Ada pendapat yang setuju mendukung terhadap suatu gagasan, ada yang bertentangan, ada juga yang masih ragu. Pendapat-pendapat yang ada kemudian dievaluasi keuntungan dan kelemahan; mungkin pula ketepatan tidaknya. Yang kemudian diakhiri dengan kesimpulan.

Pengertian Teks Diskusi 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI (2008) diungkapkan bahwa diskusi berarti: perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Pendapat lain juga mengatakan bahwa diskusi adalah sebuah proses mencari titik temu antara dua pemikiran, pandangan atau pendapat yang berbeda. 

Teks diskusi bisa didefinisikan sebagai sebuah teks yang berisi tentang sebuah wacana yang bermasalah. Wacana yang bermasalah ini adalah wacana yang memiliki dua kubu antara Pro (mendukung) dan Contra (penentang), antara pendukung isu dan penentang isu. Masalah yang dihadirkan dalam teks diskusi nantinya akan didiskusikan berdasarkan dua sudut pandang tersebut (Point of View) tersebut, Pro (pendukung) dan Kontra (penentang).

Ciri-ciri Teks Diskusi 

Teks diskusi memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:
1)     Strukturnya terdiri atas isu, argumen mendukung,argumen menentang, dan simpulan.
2)      Memuat informasi yang bersifat informatif-argumenatif.
3)    Ciri kebahasaan teks diskusi menggunakan kata hubung perlawanan (tetapi, sedangkan dan                     sebagainya).

Dalam Teks diskusi, terdapat empat struktur kebahasaan yang terlihat dari ide pokok setiap paragraf dalam Teks diskusi sebagai bahan pembentuk teks-nya, yaitu:
  1.   Ide Pokok
    1.  Ide pokok terletak di paragraf pertama yang berisi penempatan masalah atau isu yang akan
    2. didiskusikan.
  2.  Pendapat Pendukung (Pro)  Dalam bagian ini, penulis menghadirkan pendapat yang mendukung ide pokok. Di setiap paragraf pro  terdiri dari dua komponen diantaranya adalah ide pokok paragraf dan elaborasi atau uraian dari ide pokok paragraf tersebut.
  3. Pendapat Penentang (Kontra)  Dalam bagian ini, penulis menghadirkan pendapat yang menentang isu atau permasalahan. Seperti dalam paragraf Pro dan Kontra  juga menghadirkan dua komponen pembentuk yaitu ide pokok paragraf dan elaborasi atau uraian ari ide pokok paragraf tersebut.
  4. Kesimpulan     Dalam bagian ini penulis menghadirkan kesimpulan atau bisa juga rekomendasikan dari isu atau permasalahan yang telah didiskusikan di atas

Fungsi Teks Diskusi

1. Pemecahan masalah

Di dalam diskusi tentunya memiliki sebuah permasalahan atau topic yang diangkat untuk dibicarakan secara bersama-sama. Permasalahan disini merupakan hal mutlak yang dibangun di dalam diskusi, sehingga permasalahan yang ada akan dapat dipecahkan secara bersama-sama
2. Pengembangan
Diskusi juga berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan pribadi, harga diri, hormat kepada sesama, berani mengatakan pendapat dan mendalami pengertian tentang suatu persoalan.

Struktur Teks Diskusi 


Seperti yang tampak pada contoh di atas bahwa struktur teks ulasan terdiri atas bagian-bagian berikut.

  1.     Pengenalan isu, yakni berupa penjelasan awal mengenai topik ataupun masalah tertentu yang bersifat kontroversial (pro-kontra). Seperti pada contoh teks di atas, masalah kontroversial itu tentang penerapan sistem ranking di sekolah-sekolah. Masalah lain, misalnya, tentang pencabutan subsidi BBM, penggunaan ponsel oleh para siswa.
  2.      Paparan argumen yang meliputi argumen mendukung dan yang menentang. Kedua-duanya kemudian menyertainya dengan sejumlah fakta, alasan, pengalaman, ataupun pendapat dari sumber-sumber tertentu yang mendukung argumennya itu. Dalam contoh di atas dikemukakan bahwa sistem ranking mendukung kompetisi antarsiswa. Namun, kontranya, sistem tersebut dapat menimbulkan ekses negatif, seperti kecemburuan dan rasa rendah diri siswa.
  3.      Penyimpulan, berisi rangkuman ataupun rumusan jalan tengah antara argumen mendukung dan menentang. Di dalamnya mungkin pula disertai dengan saran-saran. Seperti dalam teks tersebut bahwa adanya evaluasi tetap penting, tetapi tidak ditujukan untuk mengotak-ngotakkan siswa. Evaluasi diarahkan pada kegiatan proses untuk mengetahui efektivitas belajar-mengajar di samping untuk menentukan kinerja pembelajaran berikutnya.

Kaidah Kebahasaan 

Secara umum, teks diskusi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan sebagai berikut.

a.  Menggunakan kata penghubung (konjungsi) pertentangan. Dalam contoh teks di atas banyak digunakan kata namun. Konjungsi pertentangan lainnya adalah melainkan, sedangkan, akan tetapi.

b.    Menggunakan kata penghubung yang menyatakan alasan, seperti sebab, karena, oleh karena. Kata-kata seperti itu diperlukan untuk menghubungkan pendapat dengan fakta, pengalaman, ataupun pernyataan-pernyataan pendukung lainnya.

c.    Menggunakan banyak kata teknis yang terkait dengan masalah yang menjadi fokus diskusi. Apabila masalah atau isu yang dibahas itu berkenaan dengan pendidikan, seperti contoh teks di atas, makan kata-kata bidang pendidikan yang akan banyak muncul. Demikian pula apabila teks itu mengangkat isu tentang politik, isilah-istilah perpolitikan pula yang akan banyak muncul.

Langkah-langkah Menulis Teks Diskusi

1. Menentukan topik diskusi/isu
2. Menentukan tujuan (memberi penjelasan tentan pro kontra)
3. Mencari informasi/data tentang isu yang dipilih
4. Menyusun kerangka teks/karangan
5. Mengembangkan kerangka menjadi teks diskusi
6. Merivisi/menyunting teks diskusi

2 komentar: