TEKS ANEKDOT

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak

“Meme”… pernahkah Ananda mendengar istilah tersebut? Pasti sudah pernahkan?

Sekarang coba jawab, apa itu meme? Sebagian dari Ananda pasti menjawab gambar-gambar lucu berisi kritikan. Nah… Ananda, jawaban Ananda perlu ditilik kembali.

Menurut KBBI meme itu adalah ide, perilaku, gaya menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya. Jadi  meme itu bukanlah gambar-gambar lucu berisi kritikan, namun budaya menyebar luaskan gambar-gambar lucu berisi kritikan itulah yang disebutkan sebagai meme.

Sekarang coba analisa kembali, disebut apakah gambar lucu berisi kritikan itu? Jika Ananda menjawab teks anekdot maka jawaban Ananda sangat tepat.

teks anekdot adalah teks cerita pendek yang sifatnya lucu dan menggelikan hati atau menyindir tentang seorang tokoh penting atau tekenal berdasarkan kejadian sebenarnya.

Menurut Lubis (2012:5), “anecdot is a short and amusing or interesting story about a real incident or person”,anekdot adalah cerita pendek dan lucu atau menarik tentang kejadian atau orang yang sifatnya nyata. Gultom (2016:1) menyatakan anekdot cerita singkat dan lucu yang mungkin menggambarkan kejadian atau karakter nyata atau rekaan. Anekdot bukanlah lelucon semata karena tujuan utamanya bukan sekadar membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum daripada cerita singkat itu sendiri. chaer (dalam Sholekah, 2016:2) mengungkapkan anekdot adalah cerita singkat yang lucu mengenai seorang tokoh terkenal, yang ada atau pernah ada. Tokoh dalam anekdot bukan tokoh fiktif melainkan tokoh nyata yang ada dalam sejarah. Sedangkan Danandjaya (dalam Sholekah, 2016:2) mendefenisikan anekdot sebagai dongeng yang dapat menimbulkan rasa menggelikan hati, sehingga dapat menimbulkan tawa bagi yang mendengar maupun yang menceritakannya.

jadi Anekdot itu Lucu, Anekdot itu menyindir dan anekdot itu tokohnya tokoh masyarakat terkenal atau tokoh terkenal. 

Fungsi Teks Anekdot 

Menurut Gultom (2016:2), “function of anecdot is to bring cheer, to reminisce, to caution, to persuade or inspire”, Fungsi anekdot untuk membuat orang tertawa atau gembira lewat kekonyolan yang dialami si pencerita,  mengingat atau mengenang masa-masa lalu pada suatu sebuah momen tertentu, sebagai petunjuk agar seseorang untuk berhati-hati melakukan sesuatu, dan untuk membujuk atau menginspirasi seseornag. Menurut Fatimah (2013:5),  fungsi teks anekdot adalah sarana senda gurau, sindiran atau kritik secara tidak langsung terhadap seseorang tokoh. Menurut Kemendikbud (2015:114), fungsi teks anekdot adalah sebuah hiburan atau intermezo yang dilengkapi dengan sebuah sindiran terhadap suatu hal. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan fungsi teks anekdot adalah sarana untuk menyampaikan kritik terhadap tokoh terkenal melalui humor.

Unsur-Unsur Teks Anekdot 

Bow  Valley College “ anecdote is a short narrative”, anekdot adalah narasi pendek.   Jadi bisa disimpulkan unsur-unsur teks anekdot sama dengan teks narasi pendek. Unsur-unsur tersebut sebagai berikut.

1.         Penokohan

Nurgiyantoro (1995:166), penokohan menyangkut siapa tokoh dalam cerita dan bagaimana perwatakan.

2.         Alur

Menurut Muhardi dan Hasanuddin WS (1992:28-29), alur adalah hubungan suatu peristiwa atau kelompok peristiwa yang lain bersifat kausalitas (hubungan sebab-akibat

3.         Latar. 

                a)  Latar waktu  berkaitan dengan kapan terjadinya peristiwa.

     Contoh: pagi hari, jam dua malam    

b)  Latar tempat berkaitan dengan lokasi terjadinya peristiwa.

    Contoh: di sekolah, di rumah sakit

c)   Latar suasana berkaitan suasana yang tergambar pada teks tersebut.

 Contoh suasana menegangkan, menyenangkan.

4.     4.  Gaya Bahasa

Menurut Aminuddin mengemukakan  bahwa style  atau gaya  bahasa  merupakan  cara  yang  digunakan  oleh  pengarang dalam memeparkan gagasannya  sesuai  dengan  tujuan  dan  efek  yang ingin  dicapai.  Menurut  Tarigan gaya bahasa  merupakan  bentuk  retorik,  yaitu penggunaan   kata-kata   dalam   berbicara   dan   menulis   untuk   meyakinkan   atau mempengaruhi  penyimak  dan  pembaca (dalam artikel Kajian Teori).

Contoh 1 Teks Anekdot 

SBY NEBENG MOBIL BOEDIONO

Karya: Nursaid Poerba

Untuk merumuskan kebijakan, kepala pemerintahan harus mempertimbangkan banyak hal. Jangan-jangan, kebijakan tersebut merugikan pihak lain, apa lagi pihak lain itu mungkin memiliki kedudukan lebih tinggi. Salah satu contoh, kebijakan Jokowi ketika menjabat gubernur DKI Jakarta, berkaitan dengan penertiban arus kendaraan di jalan protokol di DKI Jakarta.

            Gara-gara peraturan yang dikeluarkan Jokowi selaku Gubernur DKI, pagi-pagi Subuh SBY menelpon wapres, Boediono.

           “Mas, Mas. Jangan lupa ya singgahi saya di Istana untuk menghadiri pertemuan pagi ini”.

            “Lho. Ada apa Pak?”

            “Ya, saya mau nebeng. Saya naik RI 2 saja”.

            “Ha? Bukankah mobil dinas kenegaraan baik-baik saja? Rusak, Pak?”

            “Tidak. Mobil RI 1 ok punya. Tidak ada masalah”.

            “Tapi, kenapa Bapak mau nebeng mobil dinas wapres?”

            “Mas, Mas, masa lupa. Lihat hari ini tanggal berapa. Jokowi kan sudah mengeluarkan perda. Hari ini kan giliran plat mobil bernomor genap yang diperbolehkan melalui jalan protokol. Jadi, tidak mungkin saya pakai mobil RI 1”.

            “Wah. Maaf, Pak. Baru ingat. Ok Pak. Kami singgahi Bapak nanti”.

       Boediono mempercepat acara makan paginya. Takut terlambat sampai di Bina Graha. Maklum, kan harus nyamperin Pak SBY dulu. 

Contoh 2

KUHP

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. "Apa kepanjangan KUHP, Pak?". Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. "Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi," pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, "Kasih Uang Habis Perkara, Pak....!".

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, "Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?" Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, "Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak...!". Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.

Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

A.       Persamaan dan Perbedaan Teks Anekdot dengan Teks Cerpen

Pada dasarnya teks lucu dan anekdot sama dengan  dongeng. Sebagaimana kita ketahui dongeng merupakan jenis teks naratif. Sehingga bisa disimpulkan anekdot juga naratif. Unsur teks naratif adalah tokoh, latar, alur dan gaya bahasa.  Namun ada berapa hal yang membedakan antara teks anekdot dengan teks cerpen, yaitu: dari segi isi, ide cerita, fungsi komunikasi, dan makna tersirat.

Persamaan

Unsur

Anekdot

Cerpen

Tokoh

 

Latar

 

Alur

 

Gaya bahasa

Ada

 

Ada

 

Ada

 

Ada

 

Ada

 

Ada

 

Ada

 

Ada

 

Perbedaan

Unsur

Anekdot

cerpen

Ide cerita

 

 

Isi

 

 

 

Fungsi komunikasi

 

 

Makna tersirat

berdasarkan pada peristiwa nyata

 

Terkait tokoh publik atau masalah menyangkut orang banyak


Mengkritik terhadap seseorang/terhadap sebuah peristiwa

 

Menyadarkan seseorang

Bisa saja hanya khayalan

 

 

Terkait kehidupan sehari-hari

 

 

 

Menambah pengalaman pembaca 

Mendapat pelajaran


Rangkuman 

1.      Teks anekdot adalah teks cerita pendek yang sifatnya lucu dan menggelikan hati atau menyindir tentang seorang tokoh penting atau tekenal berdasarkan kejadian sebenarnya.

2.      Fungsi teks anekdot adalah sarana senda gurau, sindiran atau kritik secara tidak langsung terhadap seseorang tokoh.

3.      Unsur-unsur Teks Anedot

a.       Penokohan

b.      Alur

c.       Latar

d.      Gaya bahasa

4.      Isi pokok teks anekdot

a.       Tokoh yang menjadi kepentingan publik

b.      Peristiwa yang dikritisi

c.       Tokoh yang dikritisi

d.      Humor

e.       Kritik/sindiran

5.      Teks anekdot memiliki persamaan dengan teks cerpen, yaitu sama-sama berbentuk narasi. Dengan kata lain dalam teks anekdot terdapat tokoh, alur, latar dan gaya bahasa, sama halnya seperti yang terdapat pada cerita pendek. Namun tujuannya berbeda. Teks anekdot tujuannya mengkritik sedangkan cerpen hanya berbagi kisah hidup semoga pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut.



0 komentar:

Posting Komentar