Semarak Ramadhan SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi


SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi memperingati semarak ramdhan dimulai dari tanggal 20 s.d 23 April 2022. Cabang lomba yang digelar dalam tiga hari itu adalah; penyelenggaraan jenazah, lomba melantunkan asmaul husna, nasyid dan tahfiz. Kegiatan diadakan satu cabang lomba untuk satu hari di aula lantai tiga dan di gedung baru lantai dua. Penutupan acara dilaksanakan pada Sabtu, 23 April 2022  dengan mendengarkan tausiah dari Ustad Salahudin Al Ayubi. 
Pagi itu Beliau menyampaikan pesan kepada semua siswa siswi dan semua Majelis guru Al Ishlah. Beliau memulai tausiahnya dengan menyampaikan  sebuah hadist. 

Imam Ibnu dan An Nasya'i diceritakan oleh Abu Ummamah Al Bahili Ra. menceritakan, Nabi Muhammad bersabda; 
"Ketika aku sedang tidur, datang dua malaikat membawa dengan memegang kedua lenganku, lalu membawa ke sebuah gunung tinggi.  Kata mailaikat,  "Naiklah!" 
"Aku tak mampu," kata nabi.  
Lalu dijawab, " Naiklah kami akan membantu" 
Lalu naiklah nabi dan dua malaikat tersebut,  ketika sampai di tengah gunung,  nabi mendengar teriakan, jeritan,  dan rintihan orang yang sedang disiksa dan kesakitan.  
Lalu nabi bertanya,  "Suara apa itu?" Dijawab oleh malaikat,  "Kalau itu adalah suara orang yang disiksa di neraka." 

Lalu mereka melanjutkan naik, dan nabi bisa melihat orang-orang yang disiksa itu. Lalu tampaklah oleh nabi ada orang yang digantung urat kakinya ke atas. Keluarlah bercucuran darah yang banyak dari mulutnya, giginya hancur dan hampir semua wajahnya rusak. 
Lalu nabi bertanya, "Siapakah orang-orang ini?" Lalu dijawab oleh malaikat tersebut,  "Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum menyelesaikan puasanya. Artinya orang yang membatalkan puasanya, atau orang yang tidak puasa, karen tidak tahan menahan haus dan lapar."
Begitulah siksa bagi mereka yang sengaja tidak berpuasa. Nauzubillahi Minzalik.


Diceritakan dalam sebuah kisah, 
Pada suatu hari Imam Ahmad merasa sangat lemah dan letih sekali. Batalkan saja puasanya kata sahabat,  lalu Beliau berkata,  "Lebih baik aku mati dalam keadaan berpuasa dari pada berbuka," ujar Beliau.
Sangat kuat iman para imam terdahulu untuk menjaga puasanya.

Siapa yang tidak puasa satu hari saja, tanpa ada sebab atau keringanan di bulan ramadhan,  maka tidak diterima puasanya walaupun diganti dikemudian hari. Allah tidak akan terima puasanya itu. 

Addahra Qullah dapat diartikan, tidak diterimanya puasa orang yang membatalkan secara sengaja di bulan ramdhan, sejak bumi dan langit diciptakan sampai hari kiamat.  

Pahala bagi orang yang berpuasa di bulan ramdhan dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT adalah, Allah akan melipat gandakan pahala orang yang beribadah di bulan ramdhan. Saking besarnya pahala beribadah di bulan ramdhan, maka tidak ada disebutkan oleh Allah, karena Allah yang langsung memberi pahalanya. 
Dalam sebuah hadist,  Allah mengatakan bahwa puasa itu untukku,  maka Aku yang akan memberikan Pahalanya. Pahalanya langsung berjumpa dengan Allah SWT. 

Allah muliakan orang yang berpuasa,  dan menghinakan  orang yang tidak berpuasa.
Di bulan ramadhan ada malam Lailatul Qadar,  yaitu malam yang mulia.  Di malam ramdhan juga turunnya Alquran dibawa oleh malaikat yang mulia yaitu Jibril,  kepada nabi yang paling mulia yaitu Muhammad saw. Diberikan kepada umat yang paling mulia, yaitu umat nabi Muhammad saw. Diturunkan di negeri yang paling mulia yaitu di tanah Makkah. Maka yang akan mendapatkan malam lailatul qadar itu juga orang-orang yang mulia. 


Semoga di bulan ramadhan ini Allah akan menjadikan kita orang yang mulia.  Dengan memperbanyak ibadah kepada Allah swt.  Karen tidak ada jaminan kita akan bertemu dengan ramadhan tahun berikutnya.

0 komentar:

Posting Komentar