Breaking News

Membuka Gerbang Dunia melalui Buku FIksi dan Nonfiksi Kelas VII Kurikulum Merdeka

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak


Teks Buku Fiksi dan Nonfiksi, Unsur-unsur, Teks Tanggapan dan Cara Menyampaikan Tanggapan dengan Baik

Pengertian Buku Fiksi dan Nonfiksi 

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, tentunya kalian pernah membaca buku bergambar yaitu buku fiksi atau nonfiksi yang didukung oleh elemen gambar untuk menyampaikan cerita. Di bangku SMP ini kalian pun masih dapat menikmati buku bergambar. Gambar pada cerita membantu kalian untuk memaknai dan menikmati cerita dengan lebih baik.

Apa itu buku fiksi? Buku Fiksi merupakan bentuk gagasan maupun perasaan yang dimiliki olehpenulis dengan sifat fiktif imajinatif. Cerita di dalam buku ini bukan dari kejadian nyata namun hanya bersifat imajinasi belaka. 

berlawanan dengan buku Fiksi, buku Nonfiksi adalah buku yang isinya memaparkan mengenai ilmu pengetahuan, baik secara teknis atau populer. Dalam arti kata buku nonfiksi didasarkan pada kejadian nyata dan sifatnya informatif. 

Ciri-ciri Buku Fiksi 

  1. penulisnya menggunakan gaya bahasa 
  2. kata yang digunakan bersifat konotatif atau memmiliki makna tambahan
  3. bentuknya seperti cerpe, buku bergambar, komik dan novel
  4. penulisannya beradasarkan imajinasi atau khayalan penulis.

Ciri-ciri buku Nonfiksi 

  1. Penulisnya menggunakan gaya bahasa formal
  2. metode penulisan denotatif digunakan agar pembaca mudah memahami isinya.
  3. berdasarkan fakta yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan
  4. penulisan dalam bentuk ilmiah populer 

Buku Bergambar 

         Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan buku bergambar? Buku bergambar adalah buku yang terdiri atas elemen teks dan gambar yang saling mendukung. Bagaimana buku bergambar dibuat? Untuk membuat buku bergambar yang baik, penulis, ilustrator, editor, dan penata letak atau desainer bekerja sama untuk menghasilkan teks cerita dan gambar atau ilustrasi yang padu dan memikat. Elemen teks dan gambar pada buku membantu pembaca memahami materi bacaan, menangkap emosi, nada, serta suasana pada bacaan. Misalnya, melalui penggambaran gestur, ekspresi wajah, komposisi warna, kalian dapat menafsirkan emosi tokoh yang disampaikan oleh penulis. Kalian juga dapat menafsirkan suasana dan emosi yang dibangun sepanjang cerita melalui pemilihan warna, fokus, dan gerak benda dalam gambar pada buku
        Istilah dalam buku bergambar yang harus dikuasai
        1. Nada (atau tone) dihasilkan dari pencampuran beberapa warna sehingga dapat dihasilkan warna dengan nuansa yang cerah atau gelap. Nada pada gambar biasanya mewakili emosi (senang atau ceria, optimistis, muram atau sedih) yang ingin disampaikan penulis. 
       2. Fokus pada gambar ditunjukkan oleh objek yang ukurannya paling besar atau yang paling jelas pada gambar. Fokus dipilih oleh ilustrator untuk mengarahkan perhatian pembaca kepada objek tertentu pada gambar. 

Mengenal bagian-bagian  buku 

1. Sampul Buku 
Sinopsis Buku 
Sinopsis buku memberikan gambaran tentang isi buku. Bagian ini dapat membantu kalian memutuskan apakah sebuah buku sesuai dengan minat kalian

2. Halaman hak cipta memuat informasi tentang:
a. Pembuat buku; 
    1) Penulis adalah orang yang menulis materi buku. 
    2) Ilustrator adalah orang yang merancang konsep gambar dan membuat                               ilustrasi buku.
    3) Editor adalah orang yang memberi masukan kepada konsep naskah dan                            menyunting teks pada buku. 
    4) Desainer adalah orang yang merancang dan mengerjakan tata letak pada                           buku. 
    5) Anggota tim lain yang bertanggung jawab terhadap materi buku 
         (misalnya penelaah, penanggung jawab, penyelia). 

b. Informasi tentang penerbit, alamat fisik, dan alamat daring penerbit buku;
c. Informasi tentang hak cipta buku

3.. Halaman daftar isi memuat daftar judul bab dalam buku. 
4. Halaman penutup buku dapat terdiri atas referensi atau daftar rujukan,                   glosarium atau catatan, serta biodata pembuat buku. 

Merangkum Buku 

        Rangkuman bisa kalian dapatkan dengan cara membaca setiap bab dalam buku dengan saksama, lalu menemukan gagasan pokok atau halhal penting dalam bab tersebut. Untuk buku fiksi, gagasan pokok dapat ditemukan melalui peristiwa penting dalam alur cerita. Untuk buku nonfiksi, gagasan pokok dapat kalian temukan dengan cara menentukan ide pokok pada setiap paragraf atau hal-hal penting pada setiap bab. Setelah itu, kalian tinggal menyusun setiap gagasan utama tersebut ke dalam satu karangan. 

Membuat Peta Konsep (Peta Pikiran)

        Bagaimana cara membuat peta pikiran? Sebenarnya, tidak ada aturan yang baku. Kalian dapat berkreasi sebebasnya dengan peta pikiran. Mulailah dengan judul buku atau topik tertentu. Lalu, buatlah garisgaris cabang setiap bab, poin-poin penting di dalamnya, dan keterkaitan mereka. Setelah selesai, kalian dapat melihat seberapa banyak kalian telah memahami isi sebuah buku atau topik tertentu. 

Contoh Peta konsep 

Menyajikan Tanggapan terhadap Buku 

        Kalian telah mempelajari bagian-bagian buku dan cara memahami isi buku melalui rangkuman. Kedua hal ini akan membantu kalian untuk: 

1) mencari informasi terkait materi dalam buku dengan lebih cepat; misalnya, kalian dapat mencari arti kata tertentu dalam buku dengan memeriksa bagian glosarium di halaman penutup buku, dan tertulis kepada orang lain. 

2) memberikan informasi pendukung saat kalian menyajikan buku tersebut secara lisan dan tertulis kepada orang lain.  

Teka Tanggapan 

        Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian, ulasan, atau resensi terhadap suatu karya (film, buku, novel, drama, dan sebagainya) sehingga orang lain mengetahui kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Teks tanggapan juga dikenal dengan resensi. 
        Teks ini bertujuan menyampaikan pengalaman seseorang saat membaca atau menonton sebuah karya. Membaca teks tanggapan bermanfaat bagi para pembaca buku atau penonton film. Kita dapat mengetahui buku-buku dan tayangan film yang baik dari perspektif pembaca dan pemirsa lain. Kalian dapat menelusuri resensi buku dalam media sosial dan komunitas pembaca buku, salah satunya www.goodreads.com. Kalian dapat mengetik judul buku yang ingin kalian baca di sana dan kalian segera dapat menemukan resensi yang ditulis oleh beberapa pembaca. 
           Apabila kalian gemar memirsa tayangan video, laman YouTube juga menampilkan resensi buku-buku yang menarik. 

Ragam Kalimat Teks Tanggapan 

        Kalian akan berlatih menyajikan teks tanggapan yang baik. Pada saat menanggapi buku, kita akan menilai sajian materi buku oleh penulis. Kita mungkin setuju, tidak setuju, atau memberikan saran agar penulis memperbaiki tulisannya. Karena itu, kalian perlu memahami ragam kalimat yang digunakan dalam teks tanggapan. 
1. Tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pendapat penulis. Kalimat-kalimat tanggapan menggunakan kalimat persetujuan yang menunjukkan rasa setuju terhadap pendapat yang disampaikan orang lain. 
2. Tanggapan yang menolak pendapat penulis. Tanggapan ini menggunakan kalimat penolakan dan gaya bahasa penghalusan, yang umumnya ditandai dengan konjungsi “akan tetapi,” untuk menunjukkan pertentangan yang menolak pendapat sebelumnya. 
3. Tanggapan yang memberikan saran kepada penulis. Tanggapan ini memberikan saran perbaikan setelah sebelumnya menunjukkan kelemahan dalam pernyataan penulis.

Struktur Teks Tanggapan

Apabila kalian perhatikan, sebuah teks tanggapan buku memiliki struktur sebagai berikut: 
1. konteks; yaitu bagian ini berisi tentang pengenalan buku yang akan ditanggapi,
2. deskripsi; berisi penjelasan lebih detail tentang isi buku, dari mulai ide cerita, alur, sampai tokoh-tokohnya, 
3. penilaian; bagian ini berisi penilaian pribadi pembaca terhadap buku, termasuk di dalamnya kekurangan, kelebihan, dan saran untuk buku. 

Sumber gambar dan isi
Buku Kemendikbud dan Google 

Tidak ada komentar