Breaking News

GERSIK || Rashel Andesko || Siswa SMPN 2 Bukittinggi Kelas VII.6



            Dahulu kala, ada seekor ular raksasa bernama Gersik. Ia tinggal di sebuah goa besar di dalam hutan gelap. Gersik bukan ular biasa. Ia dikenal sebagai makhluk legendaris yang bisa mengabulkan permintaan, tentu saja dengan harga yang tidak murah.

Suatu hari, datanglah seorang kesatria elit bernama Riga. Ia berasal dari Kerajaan Lunox, kerajaan yang saat itu sedang berada di ambang kekalahan. Lunox berperang melawan kerajaan lain dengan jumlah pasukan lawan mencapai puluhan ribu orang. Situasi benar-benar kritis.

Demi menyelamatkan kerajaannya, Riga nekat masuk ke hutan tempat Gersik tinggal. Perjalanan menuju goa itu tidak mudah. Ia harus menghadapi berbagai monster berbahaya: sekawanan goblin, laba-laba raksasa, hingga kadal raksasa. Dengan pedang dan perisainya, Riga bertarung tanpa ragu, menebas dan bertahan sampai akhirnya ia berhasil mencapai goa Gersik.

Di dalam goa yang gelap dan dingin itu, Riga akhirnya bertemu dengan Gersik. Ia langsung menyampaikan permintaannya: kekuatan untuk memenangkan perang.

Namun Gersik tidak memberi kekuatan secara cuma-cuma. Ia meminta pengorbanan besar.
Riga harus memberikan tangan kirinya, dan kekuatan Gersik hanya bisa digunakan sebanyak 30 kali, melalui tangan kiri tersebut.

Riga ragu. Pengorbanan itu sangat berat. Tapi demi Kerajaan Lunox, ia akhirnya menyetujui perjanjian tersebut. Kontrak pun dibuat. Tangan kiri Riga menghilang, dan sebagai gantinya ia memperoleh kekuatan mengerikan: kemampuan memanggil Gersik untuk memakan musuh dan menghantamkan ekornya dengan dahsyat.

Riga kembali ke Kerajaan Lunox dan melapor kepada raja. Karena kehilangan tangan kiri, ia tidak lagi bisa menggunakan perisai dan hanya bertarung dengan pedang. Tak lama kemudian, mereka berangkat menuju medan pertempuran.

Di medan perang, Riga berhadapan dengan kapten musuh bernama Tora, seorang pendekar yang menggunakan dua pedang. Pertarungan mereka berlangsung sengit. Riga hampir tertusuk di jantung, namun berhasil menghindar. Bahu kirinya terluka, dan armor yang ia kenakan pun tertembus.

Riga membalas serangan Tora dengan tebasan ke tangan kanan, tetapi gagal mengenai sasaran. Terdesak, Riga mundur dan berteriak sekuat tenaga,
“GERSIK, TOLONG AKU!”

Gersik muncul dan langsung menyerang. Tora sempat menghindar, tetapi sebagian tubuhnya tetap berhasil dimakan oleh Gersik. Tora pun tewas. Kematian kapten mereka membuat pasukan lawan kehilangan arah, dan pasukan Lunox berhasil mengalahkan seperempat pasukan musuh.

Pasukan lawan mulai mundur, tetapi Riga tidak membiarkan mereka lolos. Ia terus memanggil Gersik untuk melahap pasukan musuh bertubi-tubi. Satu per satu kesempatan penggunaan kekuatan itu habis, hingga akhirnya 29 dari 30 kesempatan telah digunakan. Pasukan lawan benar-benar musnah.

“KITA MENANGGG!!!”
Sorak kemenangan menggema di medan perang.

Riga dan pasukannya kembali ke Kerajaan Lunox dengan membawa kemenangan besar. Warga menyambut mereka dengan sorak sorai dan kebanggaan. Riga menghadap raja dan mendapatkan penghargaan tertinggi karena jasanya menyelamatkan kerajaan.

Dan begitulah, kisah Gersik pun berakhir.

Biodata Penulis 

Rashel Andesko adalah siswa kelas 7.6 di SMPN 2 Bukittinggi. Ia gemar berenang dan bermain game, serta tertarik menulis cerita fantasi penuh aksi dan imajinasi. Melalui kisah Gersik, Rashel menuangkan dunia petualangan, pengorbanan, dan keberanian dengan gaya yang seru dan penuh energi.

Tidak ada komentar