Menghadapi Milenials di Ruang Kelas

Mereka adalah anak didikku, merekalah yang selalu membuatku tersenyum dan bahagia. Bahagianya hati ini ketika menatap keseriusan dan antusias mereka yang sedang semangat menuntut ilmu. Rasa ingin tahu yang terpancar di bola mata mereka membuatku semakin mencintai mereka sepenuh hati. 
Kadang berangkat dari rumah dengan berbagai kerepotan dan konflik yang terjadi menjelang berangkat, seolah sirna jika udah berada di dalam kelas dan menghadapi mereka. Ada yang membuat ulah dan membuatku menjadi marah dan kecewa. Tapi itu sebatas kewajaran dan kenakalan anak anak remaja yang mulai beranjak dewasa. Yah mereka adalah anak anak aqil balig yang aku didik, karena aku mengajar di SMP. Siswa SMP yang notabene anak-anaknya yang sedang aktif aktifnya, yang sedang banyak ulah dan gaya serta polah dan tingkahnya. Anak perempuan yang mulai cantik dan bergaya. Yang setiap saat mencoba keluar dari garis batas aturan yang kami terapkan. Sementara yang laki laki juga demikian. Tersinggung sedikit langsung main fisik. Tersenggol sedikit, langsung emosi dan berbagai tingkah polah mereka yang kadang membuat ku juga jengkel karena kami gurunya juga manusia biasa๐Ÿ˜Š
Tidak salah kata ahli neurologi, bahwa dalam fase kehidupan manusia, di dalam dunia pendidikan itu, anak yang paling susah dididik itu adalah anak tingkatan SMP.  Kenapa ya karena itu tadi. Dikeraskan, mereka membantah dan melawan. Didiamkan mereka ngelunjak dan kelewat batas. Karena mereka sedang menasihati diri dan merasa udah besar. Karena perubahan hormon dari anak menuju remaja juga sangat mempengaruhi kehidupan dan perilaku mereka. 
Namun bagiku, itu adalah tantangannya. Dimana jika kita bisa dan pandai dengan mereka, maka kita akan dijadikan panutan, dan mereka akan cerita semua permasalahan mereka. Apapun yang terjadi biasanya kitalah tempat mencurahkan segala rasa. Namun ketika mereka tersinggung waduuh jangan coba coba. Bahkan teman yang lain pun akan bisa dipengaruhinya. Memang menghadapi milenials sekarang harus mempunyai trik dan cara tersendiri ๐Ÿ˜Š
#gurumelekliterasi

0 comments:

Post a comment