Keluarga yang Dirindukan Syurga

 


Membangun Keluarga yang Dirindukan

Oleh, Dilla, S.Pd.

Pemerhati Pendidikan dan Anak 


            Setiap insan pasti mempunyai keluarga. Terlepas dari lengkap tidaknya keluarga yang dimiliki, setiap kita berasal dari sebuah keluarga dan akan kembali ke keluarga. sebesar dan sehebat apapun usaha dan kehebatan kita, selelah apapun kita bekerja, pasti kita akan kembali kepada keluarga. Sekarang masalahnya, sudahkan keluarga yang kita punya adalah keluarga yang dirindukan oleh semua penghuninya?  Bagaimana menjadikan sebuah keluarga, menjadi keluarga yang dirindukan oleh setiap anggota keluarganya? Mari kita lihat empat tipe keluarga yang ada di dalam alquran. Tipe keluarag apakah yang akan dan telah kita bina selama ini.

Ada empat tipe keluarga yang terdapat di dalam alquran yaitu Keluarga Firaun, keluarga Abu Lahab, keluarag nabi Ibrahim, dan keluarga Imran. Siapakah keluraga pilihan Allah yaitu Keluarga Nabi Ibrahim dan keluarga Imran. Terdapat di dalam QS. Ali Imran ayat 33 yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat di usia mereka masing-masing”. Kenapa keluarag para nabi itu yang menjadi pilihan Allah, apa rahasia kesuksesan keluarag nabi Ibrahim dan keluaraga Imran tersebut?

Keluarag Ibrahim memiliki visi yang jelas yaitu “Mencari Kebahagiaan Akhirat”. Sudah selayaknyalah kita sebagai keluarga muslim harus memiliki visi yang sama. Apa visi yang harus kita tanamkan, Harus masuk surga sekeluarga. Tidak hanya mementingkan ibadah kita saja danmengabaikan ibadah anak-anak dan pasangan kita. Anak-anak jika tidak dididik dengan baik dan berpedoman kepada agama, maka akan bisa berubah menjadi musuh. Maka jangan biarkan musuh kita lahir dari Rahim kita sendiri. Berapa banyak anak-anak yang tumbuh di rumah kita namun bukan kita yang mendidiknya melainkan fasilitas yang ada di rumah kita. Fasilitas yang kita berikan kepada mereka dengan alas an untuk sumber informasi dan hiburan mereka selagi kita juga sibuk bekerja.

Jadi apa yang harus kita lakukan di dalam keluarag kita untuk menjadikan keluarga dirindukan oleh setiap anggota keluarganya? Yang pasti ayah dan ibu harus mempunyai visi yang sama.  Ayah dan ibu sebagai ujung tombak dalam mengatur keluarga harus bisa menyatukan visi yang sama. Lalu memahamkan kepada setiap anggota keluarga dengan visi yang telah dibangun bersama. Haruslah semua anggota keluaraga bisa memperbaiki kualitas diri sebagai orang tua baik keilmuan maupun keshalehan. Hiasi rumah kita dengan shalat dan memperbanyak berinteraksi dengan alquran, buat aturan keluarga dan tanamkan rasa takut berbuat dosa kepada seluruh anggota keluarga.

 

Bayangkanlah, bagaimana bahagianya bahwa surga yang merindukan kita, bukan yang lain. Pertanyaannya sudahkah layak keluarga kita dirindukan oleh surga? Bagaiman tipe atau kriteria keluarga yang dirindukan oleh surga? Mari kita bahas. Keluarga yang dirindukan oleh surga yaitu tipe keluarganya Imran. Siapa itu Imran? Imran adalah satu-satunya tokoh islam  bukan nabi yang namanya diabadikan oleh Allah di dalam Alquran. Yaitu surat Ali Imran. Di dalam surat ini dijelaskan bagaimana Luqman mengajarkan ketaudan dan keesaan kepada Allah. Apa saja yang di ajarkan Luqman kepada anaknya? Yaitu tentang bersyukur terhadap nikmat Allah SWT, tentang menyembah Allah dan menghindari syirik, dan mengajarkan agar kita tidak boleh sombong dalam menjalani kehidupan ini.

            Lalu tipe keluarga siapa lagi yang dirindukan oleh surga? Yaitu keluarga nabi Ibrahim. Keluarga Ibrahim adalah kelurag yang sangat sabar dalam menjalani ujian kehidupan dari Allah swt. Dia adalah keluarga yang mengutamakan musayawarah dalam mengambil keputusan. Sama-sama kita tahu bagaimana Ibrahim meminta pendapat Ismail ketika Allah menyuruh menyembelih Islamil putra kesayangannya. Di sana terjadi musaywarah untuk mufakat. Mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya di dalam keluarga. Jangan hanya ingin memnang sendiri dan mementingakn diri sendiri. Sepahit apaun keputusan yang akan di ambil, harusdibicarakan dengan kelauaraga.

            Lalu kenapa kelauraga Imran dan Ibrahim ini yang dirindukan oleh surga? Karena keluarga ini mempunyai visi yang jelas. yaitu mencari kebahagiaan akhirat. Rabbi syrahli minasshalihin. Nabi Ibrahim diuji selama 65 tahun untuk meminta anak. Visi keluarga Ibrahim terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 132. Visi keluarga Imran dalam QS Ali Imran ayat 35. Jika ibu soleh, maka anakpun akan sholeh. Jika ayah soleh, ibu durhaka, maka anakpun akan durhaka. Untuk mejadi keluarga yangdirindukan maka samakan visi anatar ayah dan ibu. Visi pasangan hidup. Yang harusnya memiliki visi adalah ayah sebagai kepala keluarga. Target untuk anak adalah akhirat. Kalau hanya target duniaa, hewanpun bisa hidup.

 

Ada beberapa tipe keluarga di dalam Al-Qurannul Kariim. Yaitu, keluarga nabi Nuh, siapa yang durhakan? Ya, anaknya. Lalu kelurga nabi Luth, siapa yang durhaka pada nabi Luth? Istrinya. Keluarga kedua adalah keluarganya Firaun, suaminya yang durhaka, ketiga keluarga Abu Lahab: suami dan istri yang durhaka. Yang keempat, adalah keluraga nabi Ibrahim dan keluarga Imran. Dari keempat keluarga di atas, keluarga siapakah yang patut kita jadikan teladan? Yah. Keluarga nabi Ibrahim dan keluarga Imran.

            Satu-satunya tokoh islam yang disebutkan namanya dalam Al Quran adalah Imran. Bahkan namanya diabadikan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 33 yang berbunyi, Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, nuh, keluarga ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di mana mereka masing-masing)

            Rahasia sukses keluarga Ibrahim dan Imran adalah, memiliki visi yang jelas           Visi keluarga mulia adalah masuk keluarga sekeluarga, jika tidak dididik sebagaimana \mestinyaa ana\k akan berubah menjadi musuh. Maka jangan biarkan musuh kita lahir dalam rahim kita sendiri. Sekarang banyak yang mendidik anak adalah dengan vasilitas yang kita berikan kepada anak. Jadi para ibu, dan ayah, para orangtua, jangan ciptakan jahanam di rumah sendiri. Apa rahasia kesuksesan nabi Ibrahim dan imran dalam mendidik keluarganya? yaitu adanya keteladanan. Karena kesholehan itu ditularkan, bukan diajarkan.

            Yang kedua adalah tutur kata  dan komunikasi dalam pengasuhan. Seperti dialog antara Ya’Qub dan Ysusf. Harus ada dialog yang penuh dengan kasih sayang dalam keluarga. Ketiga adalah kesabaran, kesolehan orangtua membawa kebaikan bagi anak. Keempat, adalah kekuatan doa, maskimalkan doa pada Allah sampai ajal berpisah dari jasad. Maksimalkan usaha denga penyerahan total kepada Allah. Selalu minta solusi pada Allah, minta tolong dalam mengasuh anak, yakin doa bjsa mengubah takdir,

            Bagaimana menjadi keluarga yang dirindukan surga: hiasi rumah dengan shalat dan perbanyak berinteraksi dengan Al Quran, perbaiki kualitas diri sebagai orang tua baik kelimuan dan kesholehan. Buat aturan dalam keluarga dan tanamkan rasa takut berbuat dosa kepada Allah. Insyaallah keluarga kita akan menjadi keluarga yang dirindukan oleh setiap anggota keluarganya.

0 comments:

Post a comment