Breaking News

SMPN 2 Bukittinggi Juara 2 Pantun ASEAN Tingkat Sumbar



Dari Ranah Minang ke Panggung ASEAN: Cahaya SMPN 2 Bukittinggi yang Menggema Lewat Pantun


Jumat, 3 April 2026 Aula Gubernur Sumatera Barat dipenuhi wajah-wajah penuh harap, dari berbagai daerah dan bahkan lintas negara. Festival Pantun ASEAN 2026 bukan sekadar agenda seremonial ia adalah panggung tempat tradisi bernapas kembali, dihidupkan oleh generasi yang tak ingin kehilangan akar.

Pukul 14.00 WIB, sesi peluncuran buku dan pengumuman 15 besar penulis pantun terbaik dimulai. Di antara riuh tepuk tangan dan debar penantian, satu kabar membanggakan datang dari Kota Bukittinggi.

SMP Negeri 2 Bukittinggi berhasil meraih peringkat 2 penulis pantun terbaik tingkat SMP se-Sumatera Barat.

Sebuah capaian yang lahir bukan dari kebetulan, melainkan dari proses panjang, kebersamaan, dan keyakinan bahwa pantun masih punya tempat di hati generasi muda.





Malam harinya, suasana beralih ke Istana Gubernur Sumatera Barat. Para peserta tampil memukau dalam balutan pakaian adat masing-masing, menghadirkan keindahan budaya yang berwarna-warni. Penganugerahan berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Momen paling membahagiakan hadir ketika penghargaan diserahkan langsung kepada Kepala SMPN 2 Bukittinggi, Ibu Yessy Suryanty, M.Pd. Dengan wajah yang bersinar, terpancar rasa bangga yang tak bisa disembunyikan. Bagi beliau, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi buah dari kerja keras bersama seluruh warga sekolah.

Di balik capaian itu, ada sosok-sosok yang menjadi penggerak senyap.

Dilla, S.Pd., bersama guru Bahasa Indonesia lainnya, menjadi motor utama yang menghidupkan budaya berpantun di sekolah. Dengan penuh semangat, mereka mengajak siswa dan rekan sejawat untuk menulis, merangkai kata, dan mengekspresikan rasa melalui pantun.

“Ini bukan hanya tentang lomba, tapi tentang membiasakan anak-anak mencintai bahasa dan budaya,” menjadi semangat yang terus digaungkan.

Dari kelas-kelas sederhana, lahirlah karya-karya yang kemudian dikirimkan dengan penuh harap. Tidak semua mungkin percaya diri di awal, tetapi dorongan dan pendampingan secara langsung membuat para siswa berani melangkah. Hingga akhirnya, salah satu langkah itu membawa mereka dan sekolah ke panggung prestasi.

Festival ini juga dihadiri oleh perwakilan dari lima negara dan 15 provinsi di Indonesia, menjadikannya ruang pertemuan budaya yang hangat. Acara dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Asisten I, serta dimeriahkan oleh sambutan Bunda Literasi Sumatera Barat, Ummi Harneli Mahyeldi, yang memukau lewat pantun dan nyanyian yang menyentuh.

Yang membuat suasana semakin hidup, beberapa sesi dibawakan dalam bentuk berbalas pantun menghadirkan kembali tradisi lama dalam nuansa yang segar dan penuh energi.

Bagi SMPN 2 Bukittinggi, kemenangan ini bukanlah akhir. Ia adalah awal dari langkah-langkah berikutnya. Sebab di balik setiap pantun yang ditulis, ada karakter yang dibangun, ada keberanian yang ditumbuhkan, dan ada budaya yang dijaga.

Dan malam itu, di tengah gemerlap budaya dan tepuk tangan yang bergema, satu hal menjadi pasti—
SMPN 2 Bukittinggi telah menyalakan cahaya, dan cahaya itu kini mulai menerangi lebih luas.




Tidak ada komentar