Cara Kreatif Mengajar Daring

 



Oleh Dilla, S.Pd.
Pemerhati Pendidikan dan Anak

 

Pembelajaran saat ini adalah tantangan yang sangat luar  biasa bagi guru dan anak didiknya. Karena harus melaksankan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19 ini. Pembelajaran saat ini membawa dampak positif dan negatif bagi para pelaku pendidikan. Dampak negatifnya sudah sering kita dengar keluhan dari rang tua, siswa dan guru sendiri. Sejak anak-anak harus belajar dari rumah, orang tua lah yang sibuk dan stres, harus menyediakan kuota internet yang tidak sedikit, harus mempunyai gawai atau laptop untuk media pembelajaran, anak yang susah diatur, tidak mau mengerjakan tugasnya dan berbagai kendala lainnya. Belum lagi keluhan para siswa, yang mengatakan kalau tugas banyak sekali, bagus sekolah lagi, bosan di rumah saja, tidak bisa kemana-mana, dan lain-lain. Dari guru sendiri, harus belajar lagi bagaimana cara menggunakan media dengan aplikasi dan teknologi yang baru. Menyiapkan materi secara daring tidak seribet dan tidak semudah menyiapkan pembelajaran seperti tatap muka.

Namun demikian kenyataan ini harus kita lakukan saat ini, karena ini adalah masalah semua orang, jadi hanya di tuntut kebiasaan saja untuk melakukan hal yang baru ini, atau disebut juga dengan new normal. Kita harus sadari bahwa Allah tidak akan datangkan suatu masalah tanpa ada hikmah dibalik semuanya. Di masa pandemi ini, dipastikan hampir semua keluarga berkumpul bersama, karena orang tua harus bekerja dari rumah atau WFH (work from home) . jika di hari biasa sebelum pamdemi ini, anank-anak dan orang tua hanya bertemu saat malam hari saja, sekarng harus dan dipaksa untuk bertenu dan berinteraksi setiap hari. Kalau dulu orang tua yang sering komplen jika anaknya bermasalah di sekolah, dan cenderung menyalahkan guru, sekarang bisa merasakan bagaimana susahnya menjadi guru, walaupun guru untuk anak kandung sendiri. Nah, bagi guru pun juga demikian, sebelum pandemi ini, guru hanya mengajar dengan cara konvensional, sekarang harus mengajar dengan cara yang profesional. Kalau dulu tidak bisa menggunakan teknologi, sekarang mau tidak mau harus belajar dan menggunakan  teknologi dan aplikasi penunjang pembelajaran. 

Pembelajaran di masa pandemi ini, mengharuskan guru untuk terus mengajar secara aktif dan kreatif. Dengan berinovasi dan menemukan cara mengajar yang menarik dan tidak membuat siswa bosan. Banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh ini. Diantaranya Classroom, weebex, office 365, Camtasia, Kind Master, zoom, whatsup, Instagram, facebook  dan banyak aplikasi di gawai dan laptop yang bisa menunjang pelaksaan pembelajaran daring ini.  Hamper semua siswa SD, SMP, dan SMA mempunyai media social. Sebagai guru kreatif kita bisa menggunakan juga media social mereka untuk sumber pembelajaran, seperti faceebook live, Ig Live dan juga youtube. Di Indonesia siswa SMP dan SMA adalah pengguna terbanyak untuk media social Instagram, faceebook dan tweeter.

Saat ini bagaimanapun keadaanya, kita harus mengikuti zaman. Guru pun harus kreatif dan terbuka dengan berbagai perubahan  dan bisa melebur dengan kemajuan zaman. Dalam PJJ ini yang harus disediakan adalah kuota internet dan jaringan yang lancar. Selain media nya yang harus ada, minimal gawai satu per kepala keluarga. Ada beberapa prinsip belajar daring yang harus disediakan oleh orang tua dan guru dalam PJJ ini. Di antaranya adalah; lakukan daring dengan SOP (Standart Operasional Prosedur) yang baik dan benar. Gunakan media termudah yang bisa digunakan oleh guru dan anak. Walaupun semua anak bisa memegang dan menggunakan gawai, namun tidak semua mereka yang bisa menggunakan zoom meeting, google classroom dan aplikasi yang susah mereka gunakan. Pembelajaran daring bisa digunakan jika akses internet lancar, guru dan murid memiliki media yang memadai. Belajar harus dilakukan secara efektif efisien kaena mempertimbangkan banyak hal, jangan memaksanakan yang tidak seharusnya dipaksakan.

Daring membutuhkan kesungguhan guru dan siswa dalam melaksanakannya, biarlah sedikit tapi bermakna, karena pemerintah pun sudah mengeluarkan kurikulum covid  yang sudah disederhanakan dari kurikulum 2013 revisi yangsedang berjalan. Jadi dalam pembelajaran daring ini tidak harus mencapai ketuntasan kurikulum. Bagaimana SOP dalam pembelajaran daring yang harus dilakukan? Sudah pasti guru dan siswa dalam pembelajaran daring ini harus berpakaian rapi dan tidak asal-asalan. Kita tetap bekerja dan berkegiatan seperti biasa namun hanya berpidah tempat saja. Biasanya di runagn bersama sekarang harus di ruangan masing-masing dan tentu sesuai dengan kerapian dan tampilan biasa kita bertatap muka.

Guru dan siswa memilih tempat terbaik, jangan di tempat keramain dan menganggu, jangan pula di tempat lalu lalang orang yang membuat focus peserta lain jadi terganggu karena melihat latar belakang tempat kita berada. Dalam PJJ secara virtual, guru dan siswa menjaga adab dalam berbicara. Jangan asal-asalan, dan tidak menjaga kesopanan. Sebelum melakukan pertemuan melalui virtual, satu hari sebelumnya harus melakukan meeting, harus menyampaikan informasi kepada siswa tentang media yang akan digunakan dalam pembelajaran, bisa melalui Whatsup grup. Dan pastikan jaringan tersedia dengan lancar dan tidak terputus-putus. Dalam belajar daring kita juga harus memulai dengan membaca doa, belajar dengan penuh semangat dan tetap memotivasi peserta didik dalam belajar.

Lalu bagaimana cara mengelola kelas yang baik dalam belajar daring ini? Tetap harus tampil dengan bersih dan wangi, mulailah dengan kelas yang menyenagkan, sediakan tempat yang nyaman, belajar secara sistematis dan gunakan gestur tubuh yang baik. Belajarlah dengan interaksi yang dinamis. Jangan lupa setiap 20 menit sekali lakukan game dan kuis. Putarkan video yang menarik apalagi untuk anak TK dan SD. Lakukanlah improvisasi dengan anak. Lalu tutup pelajaran dengan kalimat-kalimat yang penuh hikmah  dan semangat yang memotivasi.

Itulah beberapa cara agar bisa mengajar dengan aktif dan kreatif di masa PJJ ini. Melalui pembelajaran virtual ini, tentu diharapkan tidak akan mengurangi pentingnya sebuah pembelajaran. Ketika kita sudah bisa melaksanakan SOP yangseharusnya, mudah-mudahan pembelajaran kita akan tetap berjalan lancar dan tentu saja kita sebagai guru tetap akan ditunggu oleh peserta didik kita. Hanya butuh pembiasaan saja untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

0 comments:

Post a comment