Labeling pada Anak

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak

     

 Tidak bisa seorang ibu yang kolonial mengajar anak milenial. Misalnya, tidur siang, duduk rapi dan lipat tangan. Karena anak-anak sekarang belajarnya suda berbeda. Cara belajar anak-anak sekarang berbeda, karena generasinya memang berbeda. Orang tua kolonial adalah yang lahir antara 60-70-an. Yang meleng sedikit langsung dicubit, dilempar dan lain lain. Pola asuh kita pada anak memang berbeda, kita harus bisa menyadari diri, minta ampun pada Allah, minta maaf pada anak. Susahnya minta maaf. Tidak perlu malu, karena anak akan merekam apa perbuatan ibunya. Ibu saja bisa minta maaf kok saya tidak. Jadi tidak ada istilah anak ngelunjak. Atau besar kepala. Satu lagi uacpakanla selalu kata-kata yang baik kepada anak. 

Ketika kita katakan kepada anak bodoh, maka dia akan merasa dirinya bodoh. Ketika besarpun dia dimotivasi di perusaaan dan tempat kerjanya, akan selalu terngiang di benaknya, kalua dia bodoh, walaupun dia ingin bergerak, namun dia malaas sekali.

 Sama juga ketika kita membiarika nasihat, harus jalan atau sesuaiantara mulut atau pendengaran dengan mata atau penglihatan. Jangan telinga anak mendengar lain dan yang dilihat lain. Misal, ketika kita suruh anak sholat, namun ketika dilihat anak kita masih asik pegang gawai. Maka anak akan menerima berbeda dan tidaik bisa mengamalkannnya. Anak laki-laki itu adalah otak benda atau suka main. Jangan heran seorang suami lebih suka melihat motornya dari pada melihat wajah istrinya. Karena otak laki-laki itu emang diset otak suka benda dan suka bermain. Sebagai istri, melihat hal tersebut, maka kita harus bisa beristigfar. Walaupun sampai 9 kali. Ketika kita marah-mara maka suami akan menjauh. 

Istigfar saja dan akan ada jalan keluar. Maka sebagai ibu dan istri, kita beristigfar saja. Ada di dalam alquran, maka berlemah lebutlah kamu kepada sesama, maka dia akan memberikan hidayah kepada mereka. Ada seorang ibu menegur anaknya, namun anaknya bingung. Kenapa bisa terjadi, karena kita tidak membuat aturan yang jelas kepada merteka. Misal, anak membuang sanpa sembarangan, namun, kita tidak pernah  memberitahu aturan membuang sampah ke tempatnya. Kalua tidak pernah jangan marahi mereka, karena mereka akan cenderung marah. Agar anak-anak tersentuh ketika kita menegur, maka beritahu dulu aturan apa yang arus kita sepakai, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Maka anak akan bisa menerima aturan dan kemaharahan kita.

    Cara mengelola emosi ada 3, supresif, setiap ada emosi negatif, dia bilang tidak apa-apa, dia menekan. Supresif, bagus untuk lingkungan dan jelek untuk diri sendiri. Karena lari ke dalam diri sendiri. Ekspresif, setiap marah langsung dikeluarkan, bagus untuk diri sendiri namun untuk lingkungan jelek, karena cenderung membuat oarang tidak senang. Yang bagus adalah, realistis: yaitu dengan cara 3M.

          Pertama Mengaku, yaitu mengakui semua apa yang mebuat kita kesal dan marah. Mengaku kepada diri sendiri dan bicara pada Allah. Maka orang non islampun, ada ibadahnya yang pengakuan dosa. Kalau kita umat muslim, mengaku saja dengan istigfar kepada Allah. Emosi juga ada yang baik, yaitu emosi mutmainnah. Semua emosi itu di kelola dalam otak manusia. Maka teknik pertama adalah, menagaku. “Ya Allah, aku kesal kepada dia yang Allah.” Bicara saja pada Allah

           Mengangkat = kita minta kepada Allah agar Dia mengangkat marah dan kesal kita. Istilah anak sekarang adalah, move on. Dengan cara istigfar. Kita akan merasa tenang. Ketika kita akan istigfar, kita akan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondiaoksida. Maka otak  kita akan tenang. Istigfarlah berulang-ulang. Sampai hati kita tenang. Maka dalam, agama kita iman itu naik turun. Karena semua adalah pengelolaan emosi. Boleh dan manusiawai kita marah dan emosi, namun cepat menyadari, mengaku dan langsung move on. Atau pindah dan mita angkat oleh Allah.

Cara menyembuhkan luka batin

Sehat artinya senang hati, apapun keadaan kikta selalulah bilang sehat, walalapun kita sedang sakit selalu katakana sehat, karena kita senang hati. Sebuah proses untuk menyembuhkan luka batin. (Self Healing) artinya adalah: sebuah proses untuk menyebuhkan diri dari luka batin. Luka batin adalah, Kepenatan kita menahan gejolak emosi. Emosi artinya bergerak atau menggerakkan. Artinya bergerak menjauh. Emosi ini juga ada yang positif. Semangat adalah salah satu emosi. Contoh ketika reunian kita akan semangat. Nah semangat adalah salah satu bentuk emosi. Di dalam otak banyak listriknya, kalua lagi banyak pikiran, maka kita harus banyak minum. Cara menghitung keperluan kita akan air adalah. Berat badan dibagi 30. Maka orang yang berat 60kg, dibagi 30 jadi 2 liter harus kita minum air untuk keseharian kita. Agar ada listrik di otak dan solusi bisa kita punya.

Otak dibagi dua yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kanan mengatur organ yang kiri, dan otak kiri mengatur otak yang kanan. Pembagiannya adalah dari garis hidung sampai ke belakang. Kalua kita bertepuk tangan maka otak yang kita pakai adalah keduanya. Otak kanan dan kiri. Emosi itu ada di dalam otak manusia letaknya di tengah. Besarnya sebesar kepalan tangan kita masing-masing. Sistem limbik, adalah tempat letak emosi manusia. Sistem limbik ini juga terdapat pada hewan. Manusia mempunyai sifat hewan, otak reptile, manusia mempunyai sifat reptile, apa itu, mempertahankan diri.


Jenis emosi itu seperti tangga. Pertama adalah apatis, juga terdapat pada mamalia. Makanya ketika marah, jangan minta ya Allah hilangkan marahku, jangan tapi katakana ya Allah, angkat marahku. Istilahnya move on. 

0 komentar:

Posting Komentar