MENCETAK ANAK KAYA DAN TAKWA

Dilla, S.Pd. Pemerhati Pendidikan dan Anak

MENCETAK ANAK KAYA DAN TAKWA

                 Bagaimana cara mencetak anak-anak yang kaya dan taqwa kepada Allah? Yaitu dengan mengisi otak anak depan anak dengan kata-kata dan hikmah yang bermanfaat.  Jangan menasihati anak ketika dia sedang emosi. Nasihatilah anak ketika dia siap dan sedang senang. Bagiamna cara menanamkan keimanan kepada anak? Rasulullah saw menunjukkan betapa pentingnya menanamkan keimanan kepada anak. Rasulullah juga memberikan nasihat yang berharga dan luar biasa untuk ibnu ‘Abbas yang etika itu mash kecil. Rasulullah bersabda: “ Wahai Anakku, sesungguhnya aku mengajarkanmu beberapa kata ini sebagai nasihat buatmu. Jagalah hak-hak Allah swt, niscaya Allah swt akan menjagamu. Jagalah dirimu dari bebrbuat dosa kepada Allah niscaya Allah swt akan berada di hadapanmu. Apabila engkau menginginkan sesuatumintalah kepada Allah swt. Dan apabila ingin meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah swt. Ketahuilah apabila seluruh umat manusia berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali apa yang telah dituliskan Allah swt di dalam takdirmu.  Jiga sebaliknya apabila meteka berkumpul untuk mencelakai dirimu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakaimu sedikitpun kecuali atas kehendak Allah swt. Pena telah diangkat dan lembarab takdir telah kering.” (HR Tarmizi )

                Hadist tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kita jarus menggambarkan kepada anak dasar keimanan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah swt karena: tiada penolong kecuali Allah swt yang maha kuasa. Allah swt yang senantiasa membalas kebaikan. Tidak ada tempat meminta kecuali Allah swt. Dan tidak ada tempat bergantung kecuali kepada Allah swt. Selain meberikan nasihat kepada anak hal dasar yang harus ditunjukkan kepada anak adalah keteladan. Karna sebaik-baiknya dakwah adalah dengan ketreladanan. Keteladanan adalah perkataan yang tercermin dalma tidankan atau sebaliaknya.  Dalam memberikan keteladanan, lakukan dengan konsisten karena konsisten akan mebuat keteladanan melekat dalam diri anak. Istiqomah, dan silakukan setiap hari. Tidak putus-putusnya

                Apa saja contoh keteladan yang mulai dapat dibiasakan di rumah? Membaca alquran setioa harui, sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki, berjilbab bagi perempuan, berdoa dan berkata lembut, tidak merokok, bersadokah jariyah, dan masih  banyak keteladanan dari Rasulullah saw yang dapat mulai dibiakan dengan diri sendiri dan pasangan sebelum meminta anak melakukannya. Keteladan akan masuk ke otak ana, dia, lihat dan dia jalani. Apa yang di dengar dan dilihatnya sejalan. Jangan seorang ibu, menyuruh anak sholat, dia dengar, namun ibunya diam saja tanpa melihat gerakan ibunya, maka itu tidka akan jalan. Karena tidak sesusi yang di dengar dan yang dilihat. Harus sama papa yang di dnegar dana pa yang dilihatnya. Jadi kalua menyuruh anak, sang ayah atau ibu harus siap dulu, maka akan dilakukan langsung oleh anak. Jadi mata dan telinga harus sejalan.

                Palagi yang harus kita lakuakan yaitu menumbuhkan rasa cinta (mahabbah) keimanan tidak akan me jadi kuat tanpa adanya rasa cinta (mahabbah)  rasa cinta itu data dituimbulkan dengan suatu pembiasaan yaitu mengubah lingkungan sekitar sehingga senantiasa mengingatkan kita pada sesuatu yang kita cintai. Dan akan timbul rasa cinta yang begitu kuat tertanam sanagat dalam, apalagi saat kecil. Karena akan masuk ke otak keteladana. Rasa cinta kepada Allah swt atau mahabbatullah adalah rasa cinta paling tinggi yang dapat diwujudkan seorang haba kepada Robbnya. Bagaimana caranya? Sering menyebut asma Allah swt, ajari anak untuk memahami sifat-sifat Allah swt, ajari untuk senantiasa b ersyukur kepada Allah swt, dan kaitakan semua kebaikan dengan Allah swt, namun lakukan dengan cara dialogis. Atau dialog. Lakukan ketika anak sedang gembira, bukan lagi capek, atau banyak masalah. Perdenmgarkan semua kalimat-kalimat toibah. Basamalah, hamdalah, Allahuakbar dan banyak kalimat tiibah lainnya dalam setiap melakukan tindak tanduk dan semua perbuatan yang kita lakukan. Jadi ananak akan emndngar dan akan mempraktikkanya.



               Asmaul husna ternyata ada di dalm program otak manusia.  Oleh karena itu ketika kita menyebutkan asama Allah dengan asmaul husna, amka otak kita akan bereaksi positif. Ajarilah anak agar mencintai rasullullah sawdan nabi-nabi dengan cara: seringlah bershalawat pada rasulullah saw. Ceritakan kisah-kisah para nabi dan rasulullah saw, ceritakanlah betapa mulia diri rasulullah saw, jalankan sunah rasulullha, dan lakukan dnegan dialogis. Bagaimana cara mengajari anak untuk mengenal dan mencintai islam? Jadilah guru dan teladan di rumah, pahami rukun islam dan rukun iman, suasana rumah dengan lingkungan islami, menjalin silaturahmi dengan alim ulama, dan memililh teman dan lingkunagn bermain yang baik.

                Bagaimana cara mencetak anak-anak yang kaya dan taqwa kepada Allah? Yaitu dengan mengisi otak anak depan anak dengan kata-kata dan hikmah yang bermanfaat.  Jangan menasihati anak ketika dia sedang emosi. Nasihatilah anak ketika dia siap dan sedang senang. Bagiamna cara menanamkan keimanan kepada anak? Rasulullah saw menunjukkan betapa pentingnya menanamkan keimanan kepada anak. Rasulullah juga memberikan nasihat yang berharga dan luar biasa untuk ibnu ‘Abbas yang etika itu mash kecil. Rasulullah bersabda: “ Wahai Anakku, sesungguhnya aku mengajarkanmu beberapa kata ini sebagai nasihat buatmu. Jagalah hak-hak Allah swt, niscaya Allah swt akan menjagamu. Jagalah dirimu dari bebrbuat dosa kepada Allah niscaya Allah swt akan berada di hadapanmu. Apabila engkau menginginkan sesuatumintalah kepada Allah swt. Dan apabila ingin meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah swt. Ketahuilah apabila seluruh umat manusia berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali apa yang telah dituliskan Allah swt di dalam takdirmu.  Jiga sebaliknya apabila meteka berkumpul untuk mencelakai dirimu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakaimu sedikitpun kecuali atas kehendak Allah swt. Pena telah diangkat dan lembarab takdir telah kering.” (HR Tarmizi )


                Hadiast tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kita jarus menggambarkan kepada anak dasar keimanan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah swt karena: tiada penolong kecuali Allah swt yang maha kuasa. Allah swt yang senantiasa membalas kebaikan. Tidak ada tempat meminta kecuali Allah swt. Dan tidak ada tempat bergantung kecuali kepada Allah swt. Selain meberikan nasihat kepada anak hal dasar yang harus ditunjukkan kepada anak adalah keteladan. Karna sebaik-baiknya dakwah adalah dengan ketreladanan. Keteladanan adalah perkataan yang tercermin dalma tidankan atau sebaliaknya.  Dalam memberikan keteladanan, lakukan dengan konsisten karena konsisten akan mebuat kereladanan melekat dalam diri anak. Istiqomah, dan silakukan setiap hari. Tidak putus-puus nya

                Apa saja contoh keteladan yang mulai dapat dibiasakan di rumah? Membaca alquran setioa harui, sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki, berjilbab bagi perempuan, berdoa dan berkata lembut, tidak merokok, bersadokah jariyah, dan masih  banyak keteladanan dari Rasulullah saw yang dapat mulai dibiakan dengan diri sendiri dan pasangan sebelum meminta anak melakukannya. Keteladan akan masuk ke otak ana, dia, lihat dan dia jalani. Apa yang di dengar dan dilihatnya sejalan. Jangan seorang ibu, menyuruh anak sholat, dia dengar, namun ibunya diam saja tanpa melihat gerakan ibunya, maka itu tidka akan jalan. Karena tidak sesusi yang di dengar dan yang dilihat. Harus sama papa yang di dnegar dana pa yang dilihatnya. Jadi kalua menyuruh anak, sang ayah atau ibu harus siap dulu, maka akan dilakukan langsung oleh anak. Jadi mata dan telinga harus sejalan.


                Apalagi yang harus kita lakuakan yaitu menumbuhkan rasa cinta (mahabbah) keimanan tidak akan me jadi kuat tanpa adanya rasa cinta (mahabbah)  rasa cinta itu data dituimbulkan dengan suatu pembiasaan yaitu mengubah lingkungan sekitar sehingga senantiasa mengingatkan kita pada sesuatu yang kita cintai. Dan akan timbul rassa cinta yang begitu kuat tertanam sanagat dalam, apalagi saat kecil. Karena akan masuk ke otak keteladana. Rasa cinta kepada Allah swt atau mahabbatullah adalah rasa cinta paling tinggi yang dapat diwujudkan seorang haba kepada Robbnya. Bagaimana caranya? Sering menyebut asma Allah swt, ajari anak untuk memahami sifat-sifat Allah swt, ajari untuk senantiasa b ersyukur kepada Allah swt, dan kaitakan semua kebaikan dengan Allah swt, namun lakukan dengan cara dialogis. Atau dialog. Lakukan ketika anak sedang gembira, bukan lagi capek, atau banyak masalah. Perdenmgarkan semua kalimat-kalimat toibah. Basamalah, hamdalah, Allahuakbar dan banyak kalimat tiibah lainnya dalam setiap melakukan tindak tanduk dan semua perbuatan yang kita lakukan. Jadi ananak akan emndngar dan akan mempraktikkanya.

                Asamaul husna ternyata ada di dalam program otak manusia.  Oleh karena itu ketika kita menyebutkan asma Allah dengan asmaul husna, amka otak kita akan bereaksi positif. Ajarilah anak agar mencintai rasullullah sawdan nabi-nabi dengan cara: seringlah bershalawat pada rasulullah saw. Ceritakan kisah-kisah para nabi dan rasulullah saw, ceritakanlah betapa mulia diri rasulullah saw, jalankan sunah rasulullha, dan lakukan dnegan dialogis. Bagaimana cara mengajari anak untuk mengenal dan mencintai islam? Jadilah guru dan teladan di rumah, pahami rukun islam dan rukun iman, suasana rumah dengan lingkungan islami, menjalin silaturahmi dengan alim ulama, dan memililh teman dan lingkunagn bermain yang baik.






0 comments:

Post a comment