Catatan Akhir Tahun 2021


Banyak kisah terungkai di tahun ini, banyak cerita sendu, sedih dan bahagia. Semua adalah paket lengkap yang sudah kita jalani. Siapapun kita adanya, pastilah mempunyai konflik dan permasalahan yang kompleks. Setiap insan juga mempunyai caranya tersendiri dalam menyikapinya, namun yakinlah, tidak ada satupun yang abadi di dunia ini. Semuanya pasti akan berlalu, hidup di dunia yang fana ini, tidak ada jaminan akan bahagia selalu, dan sedih selalu, semua datang silih berganti tanpa bisa kita kondisikan. Sudah pasti hanya kitalah yang paham dan mengerti arti dari sebuah perjalanan hidup ini. 
Seperti sebuah kisah "Si Pembuat Emas yang Bijak." Suatu hari seorang saudagar kaya menemui si pembuat emas. Dia berkata, "Buatkan aku sebuah cincin emas dan ukirlah sebuah kalimat di dalamnya, agar aku bisa bahagia dan selalu bersyukur setiap kali membacanya." 
Lalu si tukang emas memikirkan kata apa yang harus ditulisnya.  Setelah melalukan perenungan, dia mulai mengerjakan pesanan emas saudagar kaya itu. 
Setelah siap dia memberikan kepada si pemiliknya. Adapun yang ditulis olehnya hanyalah sebuah kalimat sederhana,
Yakinlah Semua ini akan Berlalu  

Dengan enggan dan tanpa banyak tanya Saudagar itu membawa pulang cincin peranannya  dan memakai di jari manisnya. Waktu terus berjalan, suatu saat dia menghadapi suatu permasalahan yang pelik, yang menguras emosinya, dia tidak tahu harus menumpahkan kepada siapa. Dia berharap ada seseorang yang akan membantunya. Namun semua buntu, dalam sesak menghadapi permasalahan itu, tidak sengaja dia membaca tulisan pada cincin yang ada di jarinya. 
Yakinlah semua ini akan berlalu, dia tersadar dan baru memahami,  bahwa semua yg dialaminya saat ini pasti akan berlalu, maka muncul semangat hidupnya kembali untuk menyelesaikan permasalahan. Dia bersyukur dan bahagia sampai akhirnya bisa menyelesaikan semuanya. 
Demikian juga saat dia sedang bahagia, dia melihat tulisan di cincinnya, maka diapun tidak berlebihan dalam menyikapinya, karena dia yakin bahwa semua juga akan berlalu. Dia selalu bersyukur atas apa yang telah didapatkannya. 

Nah, Sahabat kadang itu yang kurang kita sadari. Ketika kita menghadapi suatu permasalahan yang pelik, kita cenderung stres, depresi dan mengeluh. Seakan permasalahan itu akan kekal kita jalani, padahal tidak. Qadarullah,  semua pasti akan berlalu.  Itulah juga hikmah Allah memberikan kita sifat pelupa. Seandainya kita tidak mempunyai rasa pelupa, mungkin setiap hari, sepanjang masa kita akan selalu menangis ditinggal oleh orang yang dicintai.  Apakah orang tua, anak, sanak saudara maupun sahabat. Karena adanya sifat lupa dan melupakan itulah kita masih bisa menjalani kehidupan ini dengan damai. 
Akhir tahun 2021, Allah curahkan hujan rahmat-Nya dengan lebat. Saatnya kita merenungi semua apa yang telah dicapai apa yang telah dilakukan, apa yang telah didapatkan. Sejauh mana ibadah dan kedekatan kita denga sang Pencipta, apakah sudah kita dapatkan Ridho Ilahi dalam kehidupan ini? Hanya kita dan Tuhanlah yang tahu jawabnya.
Banyak catatan yang harusnya terangkai di tahun ini, banyak tugas dan resolusi yang akan dicapai di tahun depan. Jangan lupakan,  semua ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Semoga di Angka 22 beberapa jam ke depan, kita bisa menjadi insan yang lebih baik lagi. Karena manusia yang paling beruntung adalah mereka yang bisa memberi manfaat kepada sesama. 
Walaupun hanya goresan sederhana, semoga bisa membawa manfaat untuk kita semua, khusus bagi penulisnya. Karena apa yang di tulis akan abadi. Sementara penulisnya, diri ini, diri kita, sudah pasti ada waktunya akan kembali kepada Sang pemilik hidup. Kapan? Tinggal menunggu waktu yang telah ditetapkan. 

Semoga Allah meridhoi setiap langkah yang di jejak ke depannya. Iam Employye of Allah  






Dibawah rintik hujan 31 Desember 2021


2 komentar: