Mengenang Dirimu yang Telah Pergi


Dari kemarin,  rasa ini mulai membuncah, sesak. Selasa pagi, 2/2- 2022, satu tahun yg lalu ketika dirimu tak berdaya dengan rasa sakit yg pagi itu saja menyapa. Dengan daya upaya merayumu untuk mau di bawa ke rumah sakit, tetap tak mau, namun dengan sedikit paksaan hanya sebentar,  nanti pulang lagi, dengan tertatih kakimu melangkah menuju kendaraan yang telah menanti.  
Ya Allah Pa, sesak dada ini mengingat semua yg telah kujalani 235 hari yg lalu.  Aku yang mengantar dan membimbingmu. Mengawalmu sampai akhirnya dirimu pergi meninggalkan ku sendiri dalam sendu, dalam penyesalan, kekecewaan dan kesedihan yang tak terbendung.  
Hanya dalam hitungan jam saja kau izinkan aku menemanimu Pa 😢 lalu kau pergi untuk selamanya.  
Pa, aku saksi hidup dan semua yg mencintaimu menjadi saksi bahwa Engkau adalah orang baik. Orang yang sangat bijaksana dan baik hati. Sangat banyak yang kaget dan sedih mendengar kepergianmu. Lautan air mata dan banjir manusia mengantar kepergianMu di hari itu. 😢




Hari ini 222022,  tepat satu tahun yang lalu, kami mengantarkanmu ke peristirahatan terakhirmu. Tenang di sana Pa. Doa kami, mama, anak- anakmu, cucu-cucu dan semua orang yang mencintaimu akan senantiasa ada dan tak akan putus untukmu.
Papa, Abah, adalah sosok panutan dan sumber inspirasi bagi banyak orang. Papa adalah salah seorang sosok bukti Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang bertobat. 
Pa, penduduk langit dan bumi menjadi saksi bahwa Engkau adalah sosok yg disayangi. Bahwa amalanmu diterima. Setelah tercapai semua inginmu menginjakkan kaki, menunaikan ibadah haji ke tanah suci, menjadi pengurus rumah Allah, mengangkat katarak dan menjernihkan penglihatanmu. Setelah kembali kau lantunkan ayat-ayat Tuhamu, lalu kau pergi menghadap-Nya 😢
Tanpa kau beri kami kesempatan tuk merawatmu dalam sakit. Terkabul semua doa-doamu,  ketika pergi, takkan mau menyusahkan siapa-siapa, termasuk kami anak-anakmu 😢
Ya Allah, sangat sesak dan membuncah rasa ini. Kami merasa bahwa kau masih di sini bersama kami. 
Tenang di sana Pa, kami kan menyusulmu kelak, kapan Allah menjemput tuk kehidupan nan abadi di haribaan-Nya. Kita berkumpul di jannah-Nya. Aamiin yra 😢😥

0 komentar:

Posting Komentar