Menghujam Ketakwaan di Bulan Ramadan


Menghujam Ketakwaan di Bulan Ramadan

Minggu, 10 April 2022 kembali Majelis Cinta Quran menggelar kajian offline di masjid Nurul Falah Simpang Aur Kuning
Dalam kajian ini menjadi nara sumber adalah Ibu Dewi dan di pandu oleh Riska Maulida.  Acara dimulai pada pukul 09.15 WIB. Dihadiri oleh Ibu-ibu sholehah dan mahasiswa para pecinta Quran.

Moderator membuka acara dengan paparan bahwa, di bulan ramadan delapan pintu surga di buka, dan semua pintu neraka di tutup. Untuk itulah kita harus  menjadi muttaqin di bulan ramadan ini dengan cara memaksimalkan ibadah.

Ustazah Dewi, memaparkan apa itu artinya takwa. Karena tujuan kita beribadah di bulan ramadan ini adalah untuk mencapai takwa.

Arti takwa di KBBI adalah, keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam  melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya

Taqwa artinya adalah berlindung atau menjaga diri dari sesuatu yang berbahaya. Takwa bisa juga artinya takut.

Takwa menurut Imam Annawawi adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

Menurut Ali bin Abi Thalib  arti takwa adalah takut kepada Allah yang Maha Mulia dan Menjalankan apa yang ada di dalam Alquran
Takwa juga mempersiapkan diri untuk hari akhir.  Orang yang bertakwa dinamakan mutakin. 


Untuk menjadi orang yang mutakin maka kita harus melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jadi dapat disimpulkan bahwa takwa itu adalah kesadaran akal dan jiwa serta pengetahuan syariah atas kewajiban mengambil halal dan haram sebagai standar bagi seluruh aktivitas yang harus diamalkan secara praktis dalam kehidupan. 
Ada lima hukum dalam Islam yang harus kita jalankan.  Yaitu, halal, haram, sunah, mubah dan makruh

Di dalam Alquran pun sangat banyak penjelasan dan perintah tentang takwa ini, di antaranya adalah ;
Qs. At Taghabuun:16
Bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.

Qs. Al Hujurat : 13
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu.

Qs. Al Baqaraha 197
Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal

Jadi takwa adalah wasiat Allah kepada Hamba- Nya. Kepada Hamba yang terdahulu dan kepada hamba yang berikutnya.

Wasiat Rasulullah pada Abu Said al Khudzri adalah,
"Allah berwasiat kepadamu untuk bertakwa kepada Allah karena sesungguhnya takwa merupakan pangkal segala sesuatu"  ( HR. Ahmad)

Rasulullah juga berwasiat, masih kepada Abu Said al Khudzri kalian wajib bertakwa kepada Allah karena sesungguhnya takwa itu adalah kumpulan segala kebaikan. 
(HR. Ahmad dan yang lainnya)

Begitu pentingnya takwa ini bagi kita, maka Allah berjanji bahwa orang yang bertakwa akan mendapat balasan langsung dari Allah yaitu:

[ 1 ] Masuk Surga
"Balasan bagi orang-orang yang bertakwa adalah akan masuk surga dan kenikmatan
Takwa adalah sumber kebahagiaan."
Qs albaqarah ;189 

[  2 ] Dilimpahkan kebahagiaan
Bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung / bahagia
"Dan bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan mengajarmu." Qs Albaqarah: 282

[ 3 ] Solusi hidup
Takwa juga menjadi solusi hidup. 
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar."  Qs At Thalaq :2

[ 4 ] Sumber rezeki
Takwa juga menjadi sumber datangnya  rezeki. "Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."  Qs. At Thalaq:3

[ 5 ] Mempermudah urusan
Allah juga akan memudahkan urusan bagi orang yang bertakwa
"Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka  Allah akan memudahkan urusannya"

[ 6 ] Adanya pengampunan Allah
Allah akan ampuni dosa-dosa bagi orang yang bertakwa
"Jika saja penduduk negeri beriman dan bertakwa niscaya kami akan membukakan bagi mereka pintu-pintu kebersihan dari langit dan bumi."  Qs. Al a'raf :96

Agar derajat takwa itu bisa kita dapatkan, maka kita harus bisa menghujamkan Ketakwaan di dalam diri. Nah pertanyaannya,  Bagaimana Cara Menghujamkan Ketakwaan di dalam diri?
Berikut paparannya;


[ 1 ] Melakukan totalitas dalam beribadah kepada Allah.  Penghambaan / pengabdian kepada Allah.
Qs Azariat :56
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka mengabdi dan menghambakan diri kepada -Ku."

[ 2 ] Allah memerintahkan kaum muslim untuk menerapkan semua hukum Allah

Islam mengatur tiga dimensi kehidupan manusia yaitu mengatur hubungan manusia dg Allah, manusia dengan manusia lain dan manusia dengan dirinya sendiri
Hubungan manusia dengan Allah mengatur akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan manusia lain yaitu hubungan muamalah,  Uqubat atau sanksi dengan manusia lainnya. Hubungan manusia dengan diri sendiri,  berkaitan dengan akhlak,  makanan, minuman, pakaian dll. 

[ 3 ] Allah memerintahkan kaum muslimin untuk hanya mengikuti jalan Islam dan tidak mengikuti jalan-jalan selain Islam
Masuklah Islam secara Khaffah

Kegiatan ditutup dengan pertanyaan dari para peserta,  semoga dengan kajian majelis ilmu ini bisa menambah dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Perbanyaklah menghadiri kajian kajian yang bisa meningkatkan pemahaman kita terhadap agama.
Semoga semakin banyak kajian-kajian yang bermanfaat di tengah umat islam dan bisa memperbaiki generasi di tengah tergerusnya zaman saat sekarang ini. 

0 komentar:

Posting Komentar