Proses Penyelenggaraan Jenazah


Jumat,  15 April 2022, Majelis guru SMP Islam Al Ishlah melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan jenazah.
Penyelenggaraan jenazah adalah fardhu kifayah, wajib kita ketahui. Masih banyak di masyarakat dan setiap individu yang belum mampu untuk menyelenggarakan jenazah, sementara bagi orang tua kita, anak-anaknyalah yang diharapkan untuk menyelenggarakan jenazahnya. Bagi kitapun sebagai anak, itu adalah pengabdian terakhir kita kepada orangtua.

Pahala bagi mereka yang menyelenggarakan jenazah dari awal sampai akhir adalah akan mendapatkan pahala sebesar Gunung Uhud.  Jika setengah jalan, maka pahalanyapun, setengah besarnya Gunung Uhud.

Hukum menyelenggarakan jenazah adalah fardu kifayah.  Jika tidak ada seorang pun yang menyelenggarakan seorang jenazah, maka orang sekampung itu akan berdosa.
Saat ini, banyak di berbagai tempat dan daerah orang yang tidak mampu menyelenggarakan jenazah. Banyak kita temui, ketika ada yang meninggal akan susah mencari orang yang mampu memandikan, mengafani, dan mengurus jenazah tersebut.

Bagaimanakah Penyelenggaraan jenazah yang sesuai tuntutan berikut kita jabarkan!
Kewajiban kita pada jenazah secara garis besar ada 4 yaitu;
1. Memandikan
2. Mengafani
3. Menyolatkan
4. Menguburkan.

Sedangkan mentalqinkan adalah sunah.  
Cara mentalqinkan jenazah,  ketika si calon mayat sudah sakaratul maut.  
Salah satu ciri orang yang sakaratul maut adalah, tidak ada lagi respon ketika tangan kita digoyangkan ke muka dan matanya
Akan masuk surga seseorang yang mengucapkan Laaillahaillallah di akhir kehidupannya.  
Allah akan melihatkan apa kebiasaan kita dalam hidup.  Jika kita sudah biasa mengucapkan nama-nama Allah, maka di akhiri hayat kita akan baca asma Allah juga. Begitulah juga jika kita biasa melakukan hal-hal yang tidak baik dan berkata yang tidak bermanfaat. 
Kalaupun si calon mayat tidak mampu mengucapkan Laaillahaillah, boleh mengucapkan Allah... Allah..
 Allah... saja, karena jika hanya sampai laaillaa saja maka dia kan mati dalam keadaan kafir karena artinya adalah tiada Allah. 


Ketika si mayat matanya terbuka dan kakinya terbuka, itu bukanlah tanda suulkhatimah karena sakitnya mati sangatlah dahsyat. Bagaikan kulit kambing yang dikuliti hidup-hidup dan sakitnya sebanyak 70 kali lipat lebih sakit. 
Maka ketika menemukan mayat seperti itu maka lipatkan tangannya dan tutupkan matanya dengan membaca,
Bismillahi waalaa  millati rasuulillaah,
lalu dekatkan dan ikat ujung jempol kakinya agar merapat kembali. 
Orang  yang paling utama memandikan jenazah adalah anak-anak si jenazah atau keluarga terdekatnya. Oleh karena itulah kita sebagai anak harus bisa dan mampu untuk menyelenggarakan jenazah, minimal untuk orang tua kita. 


Merobek Kain Kafan bagi Jenazah
Hal pertama yang harus disiapkan adalah menyiapkan kain kafan,  untuk laki-laki berjumlah tiga lembar dan perempuan lima lembar. 
Sebelum dibentangkan kain, robek bagian ujung kain yang paling tepi terlebih dahulu. Gunanya untuk tali pengikat mayit, jumlah tali pengikat sebanyak lima buah untuk membuat pocong atau bagian kepala, untuk  badan, di bagian pinggang,  bagian betis dan kaki si mayit. 

Doa untuk merobek kain kafan adalah 
Allahummaj al libaa sahu anil kariim. Wadkhilhu yaa allahu taala birahmatika yaa arhamarraahimiin.  
Setelah itu baru kain dibentangkan sepanjang badan si mayit. Di tiap kain kafan, diberikan kapur barus yang sudah dihaluskan di tiap lembar kainnya, untuk pewangi bagi si mayit. Bukan sunah atau wajib, hanya untuk wawangian saja. Setelah itu, letakkan kapas di sepanjang kain dan tebalkan di bagian pinggang mayit, dengan alasan jika kotoran mayit keluar lagi setelah dimandikan, jadi tidak masalah, dan kita bisa lanjut mengafani si mayit. 

Untuk perempuan kain kafannya 5 lembar, 2 kain besar paling bawah, lalu dibuatkan bajunya, sarung dan jilbab, tetap disebarkan kapur barus di setiap lembar kainnya. 
Membuat sarung, lipat dua saja kain besar lalu dipotong. Untuk baju,  kain besar dilipat empat, lalu di gunting pas lipatan yang empat, atau kain besar,  dibolongkan di tengahnya. Lalu buat jilbab dengan melipat kain lebihan sarung menjadi segi tiga seperti jilbab kita biasa. 
Urutan letak kain bagi perempuan adalah; bentangkan dua kain besar terlebih dahulu, lalu letakkan di atas kain besar itu jilbab, lalu baju di atas jilbab dan sarung di bagian bawah.  Lalu kapas letakkan disepanjang tubuh mayit, kapas letaknya di atas jilbab. 


Memandikan Jenazah
Setelah selesai kain kafan disiapkan, maka berikutnya adalah memandikan jenazah, langkahnya adalah:  
Siapkan potongan kain untuk membersikan jenazah. Sediakan cukup banyak, karena mayit harus dibersihkan sebersih-bersihnya.  Air untuk memandikan jenazah adalah air yang suci seperti yang kita gunakan untuk berwudhuk,  atau air mustakmal.  
Masalah cara memandikan jenazah, untuk berbagai tempat atau daerah ada perberbedaan,  ada yang memandikan dengan air hangat dan ada juga dengan air dingin. Tergantung kepada kebiasaan di tempat masing-masing.  Lalu di dalam air, ada yang memasukkan bunga-bunga atau daun pandan untuk wewangian ada juga yang tidak. 

Mandikan jenazah di tempat yang tertutup, dan hanya boleh dilihat oleh muhrim dan keluarga terdekat saja, agar jika ada aib atau kekurangan si mayit tidak menjadi bahan ghibahan bagi orang sekitar. Pertama kali bersihkan kotoran mayit terlebih dahulu (bersuci) dengan mengangkat kepalanya sedikit, dan ditekan bagian perut agar semua kotoran yang ada di dalam perut keluar semua, lakukan sebelum menyiram dan memandikan si mayit. (Sama dengan istinjak ketika kita mau wudhuk)

Lalu baru pasang niat untuk memandikan jenazah yaitu dengan membaca;   
Nawaitul ghusla lihazal mayyiti fardhal kifayah lillahi taala.  
Setelah itu, wudhukkan jenazah seperti whuduk untuk shalat. Lalu siramkan air ke mayit dari kepala dengan menahan air dengan tangan,  siram bagian depan mayit terlebih dahulu, dengan satu arah saja. Lalu miringkan ke kiri dan siram kembali sampai basah bagian belakang tubuh mayit.  Setelah itu miringkan lagi ke kanan, dan siram lagi semuanya sampai basah.
Lanjutkan dengan menyabuni si mayit ke seluruh tubuhnya,  dengan menggosokkan sabun ke kain terlebih dahulu, baru sabuni ke tubuh mayit. Jangan langsung sabun ke kulit si mayit, lalu bilas sampai bersih.  

Ada istilah mandi sembilan yang disunahkan,  yaitu menggunakan air wangi-wangi dengan menyiramkan air sebanyak tiga kali bagian atas, tiga kali bagian kanan,  dan tiga kali bagian kiri jenazah (tidak wajib)
Setelah itu baru diwudhukkan kembali, dan tidak ada hukum batal wudhuk bagi jenazah. Setelah selesai angkat jenazah ke tempat kain kafan dengan mendahulukan kaki si mayit terlebih dahulu. 


Mengkafani Jenazah 
Setelah mayit diletakkan di atas kain kafan,  tutup tubuh mayit dengan kapas. Tutupi semua lubang yang ada di tubuh mayit dengan kapas. Lalu gulung kain kafan dengan mempertemukan semua ujung kain. Lalu gulungkan dengan arah berlawana,  agar kain kafannya kuat. Boleh juga se arah namun kurang kuat. Lalu ikat mayit dengan tali, dengan buhul sentak di sebelah kiri mayit.  
Untuk perempuan prosesnya sama, namun pasangan jilbab, baju dan sarung nya terlebih dahulu, baru digulung dan diikat.  

Menyalatkan Jenazah 
Selesai mengafani, lanjut ke prosesi berikutnya yaitu menyalatkan jenazah. Salat inipun sebaiknya diimami oleh anak lelaki si jenazah,  kalau tidak ada, maka boleh keluarga lain atau orang terdekat almarhum. 
Setelah mayit diletakkan di depan imam, maka baca niat untuk menyalatkan jenazah terlebih dahulu  yaitu,
Ushalli alla haazal mayyiti arbaa takbiiratiin fardhal kiffayah mustaqbilal qiblati ma'muu maan (imaa maan) Jika jadi imam lillahi taala 
Disunahkan jumlah shaf jamaah yang menyalatkan adalah ganjil. Semakin banyak orang yang menyalatkan, maka semakin baik bagi si mayit. 
 
Takbir pertama dalam salat jenazah adalah  membaca alfatihah, dilanjutkan  takbir kedua membaca shalawat  atas nabi,  lanjut takbir ketiga membaca doa untuk si mayit yaitu;
Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wa'fuanhu.... 
Setelah itu lanjut dengan takbir keempat dengan membaca doa; 
Allahumma latahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu.... 
Lalu salam. 


Setelah itu barulah dibacakan doa bagi si mayit dan diantar menuju ke tempat peristirahatan  terakhirnya yaitu ke kuburan. 

Di dalam kubur,  dinanti 3 atau 4 orang yang akan memasukkan ke liang lahat, dengan memasukkan bagian kaki terlebih dahulu, lalu bagian badan dan kepala. Tali pengikat mayit dibuka dan mayit dimiringkan ke arah kiblat dengan bagian muka ditempelkan ke tanah. 

Kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, makanya kulit kita harus menyentuh atau menempel kembali ke tanah. 

Kematian itu adalah keniscayaan,  kapan akan datang sudah ada catatan dan jadwal kita masing-masing yang merupakan rahasia dari Allah swt.  Kapan, dimana dan bagaimana cara kita menghadap Allah nanti, tidak ada satupun orang yang tahu. 
Tugas kita sekarang menyiapkan bekal untuk bertemu dengan sang pemilik kita kelak. 
Sekarang mungkin kita yang menyelenggarakan jenazah orang terdekat, kelak jenazah kita jualah yang akan diselenggarakan oleh orang lain. 

Wallahualam Bissawab 



0 komentar:

Posting Komentar