Breaking News

Dari Sumbar ke Panggung Dunia: Meria Fitriwati dan Dilla Raih Anugerah Literasi SatuPena 2026




BUKITTINGGI — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Meria Fitriwati. Guru MAN 3 Pesisir Selatan yang juga pegiat literasi ini dikukuhkan sebagai penerima penghargaan Penulis Prolifik Satupena Sumatera Barat 2026. Piagam penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Welcome Dinner International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang berlangsung di Taman Balaikota Bukittinggi, Rabu (3/6/2026).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi Meria Fitriwati dalam dunia literasi. Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan ide, melainkan cara untuk menebar kebaikan kepada sesama. Ia meyakini bahwa mengisi waktu luang dengan menulis sama artinya dengan memanfaatkan waktu untuk menghasilkan manfaat bagi banyak orang.

Kecintaannya terhadap dunia literasi telah dibuktikan melalui berbagai karya yang dihasilkannya. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan 10 buku solo dan lebih dari 100 buku antologi bersama para penulis dari berbagai daerah.


Tidak hanya aktif berkarya, ia juga berperan besar dalam menggerakkan budaya literasi di tengah masyarakat. Sebagai founder Komunitas Menulis Bersama (KMB), ia telah mengajak banyak guru dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berkolaborasi menghasilkan karya dan menerbitkan buku sebagai bahan bacaan yang bermutu.

Komitmennya terhadap pengembangan literasi juga diwujudkan dengan mendirikan Rumah Baca KMB. Sebagai pendiri sekaligus ketua, ia mengajak generasi muda, khususnya para pelajar, untuk mencintai budaya membaca. Rumah baca yang dikelolanya menyediakan berbagai bahan bacaan berkualitas yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Semangat literasi yang dimilikinya tidak hanya ia tularkan kepada masyarakat luas, tetapi juga kepada lingkungan terdekatnya. Ia mengajak keluarga untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Di lingkungan kerja, ia juga aktif mendorong rekan-rekan guru di MAN 3 Pesisir Selatan untuk terus berkarya melalui tulisan.

Tak hanya itu, para siswa pun menjadi bagian penting dari gerakan literasi yang dibangunnya. Salah satu bukti nyata adalah terbitnya buku Tambunan Tanjak, sebuah karya kolaboratif yang ditulis bersama 36 siswa MAN 3 Pesisir Selatan. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap para pelajar semakin percaya diri untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitas mereka melalui tulisan.

Pada malam penghargaan tersebut, apresiasi juga diberikan kepada Dilla, S.Pd., guru SMP Negeri 2 Bukittinggi, yang berhasil meraih Anugerah Penulis Berprestasi Satupena Sumatera Barat 2026. Penghargaan ini menjadi pencapaian istimewa setelah tiga tahun berturut-turut namanya masuk dalam nominasi. Pada tahun ketiga, Dilla akhirnya berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Penghargaan itu diserahkan di hadapan sekitar 38 delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam IMLF ke-4. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah festival literasi internasional yang mempertemukan pegiat literasi, akademisi, penulis, duta besar, dan tokoh pendidikan dari berbagai belahan dunia.

Bagi Dilla, penghargaan tersebut merupakan motivasi untuk terus berkarya dan menebarkan semangat literasi melalui dunia pendidikan. Selain aktif mengajar, ia dikenal produktif menulis artikel, esai, cerpen, puisi, serta berbagai karya yang terbit di media massa dan buku antologi.

Berbagai prestasi yang telah diraih mengantarkan Meria Fitriwati dan Dilla berdiri di panggung megah IMLF ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Penghargaan Penulis Prolifik dan Penulis Berprestasi Satupena Sumatera Barat 2026 menjadi bukti bahwa ketekunan dalam menulis mampu melahirkan karya, menginspirasi masyarakat, mengharumkan daerah, serta membuka jalan menuju panggung yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional.

Sebagai tuan rumah IMLF ke-4, Bukittinggi tidak hanya menjadi saksi pertemuan para pegiat literasi dunia, tetapi juga menunjukkan bahwa kota ini memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berprestasi di bidang literasi. Penghargaan yang diraih para penulis dan pendidik tersebut semakin menambah kebanggaan Bukittinggi sebagai salah satu pusat gerakan literasi di Sumatera Barat.

Tidak ada komentar