Dua Penulis Sumbar Raih Anugerah pada IMLF-4, Harumkan Literasi Daerah di Kancah Internasional
Bukittinggi — International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang berlangsung pada 3–7 Juni 2026 di Bukittinggi tidak hanya menjadi ajang pertemuan pegiat literasi dari berbagai negara, tetapi juga menjadi momentum apresiasi bagi insan literasi Sumatera Barat.
Pada malam penganugerahan yang digelar dalam rangkaian Gala Dinner di Balai Kota Bukittinggi, dua penulis asal Sumatera Barat menerima penghargaan dari SatuPena Sumbar atas kontribusi mereka dalam dunia kepenulisan dan literasi.
Dilla, guru SMP Negeri 2 Bukittinggi, menerima Anugerah Penulis Berprestasi SatuPena Sumbar 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensinya berkarya, menggerakkan literasi, serta kontribusinya dalam dunia pendidikan dan kepenulisan.
Sementara itu, Meriana dari Pesisir Selatan menerima Anugerah Penulis Prolifik SatuPena Sumbar 2026 berkat produktivitasnya menghasilkan ratusan karya buku juga berbagai karya tulis yang telah dipublikasikan di berbagai media.
Penghargaan diserahkan di hadapan tamu undangan yang terdiri dari Gubernur Sumatera Barat, anggota DPR RI, Kepala Perpustakaan Nasional RI, wali kota dan bupati, duta besar, serta delegasi dari 38 negara yang hadir dalam IMLF-4.
Ketua Panitia IMLF-4 Sastri Bakrie, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada penulis yang terus menyalakan semangat literasi di tengah masyarakat.
IMLF-4 tahun ini mengusung semangat kolaborasi literasi global dengan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seminar internasional, diskusi sastra dan budaya, kunjungan literasi, pertukaran gagasan antarnegara, hingga program IMLF Goes to School yang melibatkan sekolah-sekolah di Sumatera Barat.
Keikutsertaan delegasi dari 38 negara menjadikan festival ini sebagai salah satu perhelatan literasi internasional terbesar yang pernah digelar di Sumatera Barat. Kehadiran para penulis, akademisi, pegiat budaya, dan pemerhati literasi dari berbagai belahan dunia semakin memperkuat posisi Minangkabau sebagai ruang pertemuan gagasan, budaya, dan peradaban melalui literasi.
Penghargaan yang diterima para penulis Sumbar tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, menulis, dan berkontribusi dalam memajukan budaya literasi di daerah maupun tingkat global


Tidak ada komentar