IMLF Go to School Hadirkan Pengalaman Mendunia bagi Pelajar Bukittinggi
Selama lima hari pelaksanaan, IMLF ke-4 menyelenggarakan berbagai kegiatan, di antaranya Seminar Guru Internasional, Seminar Sastra Internasional, Seminar Budaya, diskusi literasi, bedah dan peluncuran buku, temu penulis, pertunjukan seni budaya, penganugerahan insan literasi, hingga kunjungan budaya dan pendidikan.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah IMLF Go to School, yaitu program kunjungan delegasi internasional ke sekolah-sekolah di Kota Bukittinggi. Program ini melibatkan SMA Negeri 1 Bukittinggi, SMA Negeri 2 Bukittinggi, SMK Negeri 1 Bukittinggi, MAN 1 Bukittinggi, MAN 2 Bukittinggi, SMP Negeri 2 Bukittinggi, SMP Negeri 3 Bukittinggi, SMP Negeri 4 Bukittinggi, SMP Negeri 6 Bukittinggi, dan SMPS Xaverius Bukittinggi.
Para delegasi yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Jepang, India, Jerman, Bulgaria, dan sejumlah negara lainnya, berinteraksi langsung dengan peserta didik dan guru. Mereka berbagi pengalaman, memberikan materi dalam bentuk seminar, serta berdiskusi mengenai pendidikan, literasi, budaya, dan kehidupan di negara masing-masing.
Koordinator IMLF Go to School, Dilla, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari seluruh sekolah yang dikunjungi.
"IMLF Go to School merupakan salah satu bentuk berbagi manfaat dari penyelenggaraan IMLF kepada dunia pendidikan. Setelah para delegasi berpartisipasi dalam berbagai agenda festival, kami ingin menghadirkan mereka lebih dekat dengan peserta didik di sekolah. Kapan lagi anak-anak kita memiliki kesempatan berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan tamu dari berbagai negara di lingkungan sekolah mereka sendiri?" ujarnya.
Menurutnya, proses koordinasi dengan sekolah-sekolah dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dengan berbagai penyesuaian jadwal. Namun antusiasme sekolah yang berpartisipasi sangat luar biasa.
Para delegasi disambut meriah melalui berbagai penampilan, mulai dari tari pasambahan, tambua, talempong, musik kreasi siswa, pertunjukan seni budaya, pameran karya, hingga presentasi buku dan karya literasi siswa. Mereka juga berdiskusi langsung dengan peserta didik mengenai budaya, pendidikan, dan literasi.
"Alhamdulillah, sambutan dari sekolah-sekolah benar-benar di luar dugaan. Banyak delegasi yang menyampaikan kekaguman terhadap keaktifan siswa, keramahan warga sekolah, serta kekayaan budaya yang mereka saksikan secara langsung," katanya.
Program tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan budaya Minangkabau kepada dunia internasional, tetapi juga membuka wawasan peserta didik tentang pentingnya komunikasi, toleransi, dan kolaborasi global.
"Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan memahami dunia yang lebih luas. Melalui IMLF Go to School, anak-anak belajar bahwa perbedaan bahasa dan budaya bukanlah penghalang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman," tambahnya.
Keberhasilan IMLF Go to School menjadi bukti bahwa literasi mampu menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa dan budaya. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota literasi yang terbuka terhadap kolaborasi internasional serta mendukung penguatan karakter generasi muda melalui pengalaman belajar yang inspiratif dan mendunia.

Hallo kak Dilla
BalasHapusHai kak Riami. Makasih ya udah meninggalkan jejak 😉
Hapus