Kunci Keberhasilan Belajar Daring


Sejak pandemi Covid-19 menyapa dunia, di akhir tahu 2019 lalu, hampir semua lini kehidupan mengalami kelumpuhan. Kondisi ini memengaruhi hampir semua aspek kehidupan, banyaknya dampak yang ditimbulkan membawa kesulitan bagi semua pihak.  Banyak pelayanan publik, yang harus dilakukan dari rumah, aktivitas  bersama dihentikan, pusat-pusat keramian ditiadakan. Pelayanan jasa dibatasi tidak terkecuali dengan dunia pendidikan. Semua sekolah dari TK sampai perguruan tinggi ditutup, semua pembelajaran dialihkan ke rumah masing-masing. 
Sekarang ini sudah hampir lima bulan para siswa dan mahasiswa melakukan belajar dari rumah (BDR). Banyak kendala yang dihadapi dalam belajar daring ini. Mulai dari jaringan internet, gawai, sinyal, kuota,  kesibukan orang tua, guru dan siswa itu sendiri. Tetapi, walau bagaimanapun kondisinya, belajar harus tetap dilakukan dimanapun dan kapanpun, Karena pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah bangsa. 
Ketika perang dunia kedua, saat kota Nagasaki dan Hiroshima porak poranda  dibom oleh tentara sekutu,  kaisar Hirohito, di Jepang  mengumpulkan para jendral yang selamat. Pertanyaan pertamanya adalah "Berapa orang guru yang selamat?" Kaisar memerintahkan segera fasilitasi para guru untuk kembali mengajar dan mendidik para pelajar, walau dalam keadaan darurat pasca perang. Hal itu membuktikan bahwa untuk majunya sebuah bangsa memang pendidikan lah yang harus  pertama kali dibenahi. Karena begitu pentingnya sebuah pendidikan maka apapun kondisi dan keadaannya, bidang ini harus terus berjalan dan tetap terlaksana. Kenapa? Karena bangsa yang maju dan modern adalah bangsa yang unggul peradabannya. 
Peradaban adalah bentuk budaya paling tinggi dari suatu kelompok masyarakat yang dibedakan secara nyata dari mahluk-mahluk lainnya. Peradaban mencerminkan kualitas kehidupan manusia dalam masyarakat. Apa tolok ukur dari majunya peradaban ini, bisa kita lihat dari kulitas ketenteraman, (human security) suatu bangsa, kedamaian (peaceful) di dalam masyarakatnya, keadilan (justice) bagi setiap warga negara, dan kesejahteraan (welfare) yang merata bagi seluruh rakyatnya. Jadi untuk mengubah peradaban suatu bangsa salah satunya adalah dengan pendidikan.
Munculnya pandemi ini, menjadi permasalahan global dan membawa permasalahan yang cukup kompleks bagi setiap individu, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Biasanya interaksi antara guru dan siswa berlangsung tatap muka di dunia nyata, sekarang harus beralih ke dunia maya. Setiap kita dipaksa untuk bisa memanfaatkan dan menggunakan teknologi yang bagi sebagian orang adalah suatu hal yang rumit. Lihat saja orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya sekarang harus sibuk dengan menemani buah hati belajar dengan teknologi gawaƬ nya. Guru yang masih belum terbiasa dengan dunia maya kini harus dituntut untuk bisa mengembangkan  pembelajaran jarak jauh dengan teknologi jaringan internet ini.
 Sekarang permasalahannya, bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan inovatif bagi siswa, sehingga mereka bisa merasa tetap dilihat dan diperhatikan oleh gurunya, walaupun belajar dari rumah? Agar pembelajaran bisa sampai dan efektif bagi siswa, banyak tips dan trik yang bisa dilakukan oleh setiap pendidik dalam menyampaikan materinya. Mulai dari yang paling sederhana seperti pengiriman vidio dan foto sampai pembelajaran daring yang bisa bertatap muka jarak jauh dengan siswa. Apa saja yang harus dipersiapkan dan harus dikuasai oleh guru dalam pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan bagi siswanya? Berikut ada beberapa kunci praktis yang bisa dilakukan oleh guru dan siswanya. 
1. Guru harus mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan teknologi
Pertama, yang harus dilakukan oleh seorang guru di masa pandemi covid-19 ini adalah penguasaan teknologi untuk menunjang pembelajaran daring. Walaupun siswa di rumah kan, guru tetap harus ke sekolah untuk mempersiapkan tugas daring kepada siswanya. Oleh karena itu, sekolah harus memberikan bekal dan fasilitas kepada guru dengan workshop atau pelatihan kecil pembuatan bahan ajar secara daring, intinya, guru harus belajar lagi dan bisa memberdayakan teknologi yang ada, karena yang dihadapi oleh guru sekarang ini adalah kaum milenial yang melek teknologi. Apa saja contoh media pembelajaran daring yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan tugas dan materi  yang menyenangkan ini, diantaranya adalah dengan presentasi Zoom, penugasan via Google Classroom, pre-test atau post-test dengan Quizizz, dan pemberian tugas proyek dengan pemanfaatan Google Drive, presentasi interaktif dengan Peardeck, dan lain-lain. Hal ini mutlak harus dilakukan untuk mentransfer knowledge kepada peserta didik secara menarik dan efektif. 
2. Bisa menciptakan pembelajaran terencana dan efektif
Kedua, selain menguasai teknologi  yang harus dipersiapkan seorang guru adalah menyajikan pembelajaran terencana dan efektif dalam keterbatasan waktu. Hal ini bisa dilakukan dengan mempersiapkan quality lesson plan dan mengatur langkah-langkah pembelajaran yang detail. Guru dan siswa dapat menetapkan tujuan pembelajaran sesuai ketersediaan waktu dan memilih materi yang akan disampaikan dengan langkah-langkah tepat dan akurat. Di sini guru dituntut pula untuk mengatur waktu dengan baik. Guru memberikan dan memgumpulkan tugas dengan fleksibel,  karena tidak setiap siswa difasilitasi gawai masing-masing. Banyak siswa yang membuat tugas harus menunggu orang tua mereka pulang kerja terlebih dahulu.
3. Mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi siswa
Ketiga adalah bagaimana guru mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak-anak didik yang juga memiliki peran strategis membuat tangguh siswa dengan berusaha memotivasi mereka untuk disiplin belajar, semangat melaksanakan tugas, aktif dalam sesi presentasi, dan menghidupkan interaksi daring dengan guru dan teman. 
Mereka harus tetap berusaha berkarya melalui pemanfaatan berbagai media dan sumber belajar, yang bisa dilihat dan di dapatkan di mana saja. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Untuk itu perlu didorong terciptanya kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah. Guru harus kreatif dalam meramu materi, menggunakan metode menyenangkan, dan memberikan tugas yang dapat menstimulasi siswa bertanya kepada guru, teman sekelas, maupun orang tua.
Hal ini dapat mendorong kolaborasi antara orang tua dan siswa dalam membantu kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran dan penugasan daring menuntut orang tua ikut aktif melihat bagaimana aktivitas anak-anak bahkan bisa menjadi teman dan motivator dalam belajar anak. Sedangkan di pihak lain guru terus melakukan kontrol dan umpan balik melalui media daring tersebut untuk dapat memastikan siswa semuanya melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik.
4. Mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna
Konsep pembelajaran bermakna dan menyenangkan juga harus mampu  dilaksanakan oleh setiap guru kepada siswanya di rumah. Agar para siswa dapat terinspirasi dalam pembelajaran di masa pandemi ini, salah satunya adalah membuat project lagu yang digunakan sebagai kampanye mengurangi penyebaran virus melalui pelajaran musik, atau kesenian. Praktiknya, Anak-anak akan menghafal dan menyanyikan bersama sebuah lagu yang diciptkan tentang Covid, lalu menyanyikan dan di vidiokan dalam bentuk   project bersama dengan keluarga.Selain memberikan informasi dasar tentang virus corona dalam bahasa sederhana, lagu ini juga mengkampanyekan pola hidup sehat sebagai upaya menanggulangi Covid-19. 
Selain itu, siswa juga bisa ditugaskan untuk membuat gambar atau lukisan tentang menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Membuat komik tentang covid-19,  menulis cerita dan pengalaman selama belajar di rumah, mencipta puisi dan cerpen yang berkenaan dengan pandemi ini. Hal ini bisa memberikan pengalaman dan hal yang positif bagi siswa. Mereka bahagia, pembelajaran berjalan dengan seru dan menyenangkan, karena sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki. 
Itulah beberapa kunci belajar yang menyenangkan walaupun dari rumah. Jika semua hal ini terlaksana dengan baik, maka sistem pembelajaran daring ini tidak mengurangi kualitas pembelajaran. Karena belajar di masa pandemi ini tidak melulu harus mengejar target kurikulum, penanaman nilai karakter dan aqidah tetap harus diperhatikan. Motivasi dan pesan tetap harus diselipkan di setiap materi yang diberikan, karena pembangunan sumber daya manusia yang berkulitass mulai dari bangku pendidikan. 
Jadi kunci efektifitas sistem pembelajaran daring adalah bagaimana seorang guru harus kreatif dan inovatif menciptakan dan menyajikan materi pembelajarannya. Sehingga pembelajaran  berlangsung dengan menyenangkan dan mudah dimengerti para siswa dan mereka tidak merasa bosan dan tetap produktif dari rumah. Jika semua telah berjalan sesuai dengan mestinya, sudah pasti tonggak estafet kepemimpinan bangsa untuk mengisi pembangunan ini akan bisa dilanjutkan oleh mereka kelak ketika tiba waktunya. Merdeka

0 comments:

Post a comment