Membentuk Mental Ilmuwan pada Anak

Apa tujuan kita sebagai orang tua untuk anak-anak? Anak adalah investasi akhirat yang akan menyelamatkan diri kita sebagai orang tua di akhirat nanti. Apakah anak bisa langsung menjadi anak sholeh tanpa sentuhan dan tempaan dari orang tuanya?  Untuk itulah kita harus mempunyai tujuan yang jelas dalam mendidik anak. Bagi umat muslim, pastinya tujuan utama kita adalah menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Karena anak yang sholeh lah yang akan membantu meringankan hisab kita di akhirat nanti. Merekalah investasi yang akan kita petik hasilnya nanti, di alam yang kekal.  
Tujuan berikutnya adalah  menjadikan anak mandiri dan percaya diri dalam melakukan hal apapun. Kita sebagai orang tua harus bisa memupuk rasa percaya diri anak dengan cara memuji dan mengapresiasi sekecil apapun prestasi atau keberhasilan yang diperolah anak. Memberi ruang dan fasilitas untuk anak mengekspresikan dirinya, sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat yang dimilikinya. misalkan anak suka musik, fasiitasi dia dengan alat musik yang disukainya, dan beri ruang baginya untuk bisa tampil. Mungkin di depan keluarga kecil saja dulu, setelah itu ikutkan mereka perlombaan-perlombaan yang membuat dia percaya  diri tampil di depan umum. Lalu mandiri, ajarkan anak untuk bisa melalukan hal-hal pribadi yang bisa dilakukannya sendiri.misalkan mandi, menggosok gigi,  dan beri anak anak tugas dari mereka usia 5 atau 6 tahun, dengan berbagai ragam tugas rumah tangga. Membersihakn tempat tidur sendiri,  mencuci kaus kaki sendiri dan lain sebagainya.  
Selanjutnya tugas orang tua berikutnya adalah menjadikan anak pintar dan punya banyak ilmu. Bagaimana caranya? Ya mendidik dan memberi pengalaman-pengalaman baru bagi anak dengan melibatkannya dengan berbagai macam kegiatan yang menambah ilmu dan pengetahuannya. Ketika kita membawa mereka terlibat dengan kegiatan yang kita lakukan secara tidak langsung mengajarkan mereka untuk bisa memecahkan berbagai masalah. Sehinggga anak bisa  menjadi manusia yang tangguh dan kuat. Ketika mereka besar nanti bisa menjadi manusia hebat yang mandiri, inovatif dan kreatif, sehingga bisa  menciptakan lapangan kerja baru. Nah, untuk menciptkan manusia hebat dan mandiri itu kita harus bisa mengarahkan dan mendidik anak anak untuk berpikiran dan menjadi seorang ilmuwan. 
Bagaimana cara menjadikan seseorang menjadi ilmuwan? Mempersiapkan anak menjadi seorang ilmuwan harus kita mulai dari kecil. Dari umur pra sekolah, orang tua harus mengenalkan kepada anak apa saja pekerjaan ilmuwan itu. Untuk membangun pengalaman ilmiah, orang tua dapat memberikan bantuan dengan memberi isyarat, mendorong pertanyaan, mencontohkan, berdiskusi, dan menceritakan apa saja kegiatan yang bisa mengasah anak menjadi seorang ilmuwan. Orang tua dan guru bisa mengamatj apa yang dilakuka  anak-anak, mengajukan pertanyaan dan mendorong kreativitas mereka dalam bermain dan belajar. 
Orang tua perlu  membantu memperkuat pengetahuan anak, memperbaiki konsep dan memperluas pemikiran anak. Contohnya, ketika anak sedang bermain pesawat kertas kita dapat bertanya, bagiaman ya kira-kira cara pesawatnya bisa terbang. Bagaimana caranya agar pesawat ini bisa lebih mirip dengan pesawat aslinya. Bagaimana cara agar pesawat ini bisa jauh terbangnya, dan menggali berbagai pertanyaan yang  bisa merangsang rasa ingin tahu anak dan mereka bisa melakukan eksprimen yang bisa menjawab rasa ingin tahunya yang tinggi. Harus kita ingat, anak anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi oleh karena itu harus di beri pertanyaan yang bisa  menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar. 

Apa  pertanyaan lain yang bisa merangsang rasa ingin tahu anak? Apa yang sedang kamu kerjakan, untuk apa ini dikerjakan, dan  bagaimana ya kira- kira mengerjakannya? Biasanya anak akan menjawab semua pertanyaan itu dengan menjelaskan secara detail. Selain itu, ketika dia melihat, melakukan, dan mengamati suatu hal, pancing lagi dengan pertanyaan  apa yang kamu perhatikan? Percobaan apa yang sedang kamu lakukan? Apa yang terjadi bila alat percobaannya diganti dengan alat lain?  Bagaimana kalau alatnya tidak sesuai? Apa yang akan dilakukan berikutnya jika sudah selesai dan berbagai pertanyaan yang menggali ilmu dan pemahaman anak terhadap suatu hal yang dilakukannya.
Jadi  kita sebagai orang tua harus mengarahkan dan mendidik anak untuk bekerja sebagai ilmuwan setiap hari. Ketika memasak, perlihatkan kepada anak, kenapa ya kira kira api ini bisa hidup hijau, merah, besar dan kecil. Ketika mengantar mereka ke sekolah gali lagi pertanyaan, kenapa motor ini bisa bergerak, kenapa harus mengeluarkan asap dan sebagainya. Walaupun hanya kegiatan sehari hari, semua yang ada di rumah, yang kita lakukan semuanya diawali dengan percobaan percobaan yang bisa menghasilkan  penemuan besar.  Menyiapkan ilmuwan, dan kegiatan ilmuwan kecil dari rumah harus dilakukan secara terus menerus, dan tentu di dampingi oleh kita sebagai orang tua mereka.

0 comments:

Post a comment