Cara Belajar Generasi Z dan Generasi Alpha


Hari ini sudah hampir delapan  bulan kita melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Banyak hambatan dan kendala yang dihadapi oleh siswa dan juga guru dalam pebelajaran daring ini. Namun Sebagai guru, dalam menyajikan materi pembelajaran haruslah menarik dan sekreatif  mungkin. Di zaman teknologi canggih ini, jarak bukan lagi halangan untuk kita berinteraksi dengan siapapun, termasuk proses belajar mengajar dengan siswa. Banyak aplikasi di media sosial yang dapat digunakan untuk interaksi pembelajaran jarak jauh ini. Hikmah adanya covid-19 ini, bagi guru yang dulunya gaptek dan jarang menggunakan teknologi, sekarang harus dituntut untuk bisa menggunakannya, agar bisa tercipta pembelajaran yang aktif dan  kreatif.
Jika dibandingkan cara belajar kita dahulu dengan cara belajar anak-anak zaman sekarang, maka akan sangat ketinggalan lah metode pembelajaran kita dahulu. Sekarang ini anak-anak sudah belajar dengan berbagia media dan teknologi yang maju dan canggih. Baik itu komputer, laptop, ipad/tablet, gawai dan berbagai aplikasi pintar yang mendampingi proses pembelajaran mereka. Sementara kita dahulu hanya belajar di kelas dan guru menulis di papan tulis dengam kapur saja. 
Namun jangan ragu, pada umumnya guru sekarang ini adalah kaum milenial. Siapa itu kaum milenial,  yaitu mereka yang lahir antara tahun (1981-1997). Mereka yang siap dan cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Terbuka menerima perubahan dan cenderung mudah terdistraksi. Sementara anak-anak SMP dan SMA sekarang ini disebut generasi Z  mereka yang lahir antara (1998-2010). Inilah siswa yang kita hadapi sekarang ini, mereka yang banyak berkomunikasi dan aktif menggunakan media sosial. Mereka yang mudah dan sangat cepat beradaptasi dengan teknologi tercanggih saat ini. Generasi inilah yang paling banyak menggunakan media sosial, seperti  Instagram, dan facebook. Jadi sekali kali guru bisa live langsung dari instagram kepada anak didiknya. 
Berbeda lagi dengan siswa SD dan TK, mereka ini disebut dengan generasi Alpha, yaitu kelahiran antara (2010_2020). Generasi yang sangat dekat dengan dunia gawai. Mereka yang dari kecil sudah akrab dengan dunia game dan YouTube. Mereka yang dari kecil sudah disuguhkan dengan konten konten yang menarik. Dengan Vidio dan gestur tubuh yang menarik dan menggugah rasa, karena mereka setiap hari sudah dipertontonkan dengan Vidio yang menarik, dan beragam. Jadi sebagai guru kita harus bisa memberikan materi yang menarik juga. Jangan sampai pembelajaran dari gurunya menjadi tidak menarik bagi mereka. 
Pembelajaran di era 4.0 ini tantangannya sangat luar biasa, ditambah lagi dengan masa pandemi ini, jadi lebih luar biasa lagi. Jadi sebagai guru kita harus lebih dari seorang youtuber, namun jangan takut, seorang guru tidak akan terganti dengan apapun kecanggihan teknologi. Kita sebagai guru mampu menghapus duka dan nestapa murid kita, bisa memeluk dan mengubah karakter. Sehebat apapun google tidak akan bisa menyentuh hati mereka murid murid kita. Saat ini, survei pun membuktikan bahwa anak-anak sudah jenuh untuk belajar daring saat ini. Demikian juga dengan para guru yang sudah mulai bosan dan leah dengan pembelajaran daring ini. 
Tantangan terbesar belajar daring saat ini adalah 1. Jaringan internet 2. Anak-anak yang tidak memiliki gawai dan teknologi yang sangat diperlukan sekarang. Ada keluarga yang memiliki anak 4 namun hanya ada 1 gawai di rumah, padahal anak anak serentak belajar daring saat ini. 3. Guru tidak bisa berbicara di depan vidio, grogi dan malu, karena belum terbiasa. Inilah beberpa hambatan dalam pembelajaran daring ini. Karena kendala seperti ini kadang guru hanya memberi latihan-latihan yang ada di dalam buku pegangan saja, tanpa memberi penjelasan melalui media yang seharusnya dimiliki oleh semua siswanya.


0 comments:

Post a comment