Kisah pilu di tanggal cantik 222021

Tiga hal yang pasti dari Allah, Kelahiran, Rezeki dan Kematian.

Di subuh yang dingin, tak terdengar suaramu membangunkan para krucilku, hampir terlambat langkah mereka yang ku cinta menuju rumah-Mu.  Ternyata memang tidak ada dirimu di bagian shaf itu, hanya pagi itu saja. Ternyata dirimu sakit, yang tak pernah terucap dan juga tidak mau dibawa ke rumah sakit. Di hari yang sama dengan sedikit rayuan dan paksaan akhirnya dirimu menurut juga. 

Sangat kuat semangatmu untuk sehat, tak ada tanda dan tak ada sedikitpun firasat bahwa dirimu akan pergi selamanya Pa!πŸ˜₯
Sosok panutan, dan cinta pertama ku kini telah tenang di haribaan Mu. Sosok yang memberi nama, mendidik dan menjadikan diri ini bisa seperti ini. Bisa menjalani kehidupan dengan berbagai rintangan dan berbagai badai topan matahari kehidupan yang mendera. Kau lah Pa, yang menjadi penopang,  menjadi sosok terdepan yang selalu melindungiku. 
Di saat badai rumah tangga mendera, kau tampil menjadi sosok penengah dan pencerah.  Dirimu manusia bijak yang sangat dicintai semua orang. Bukti baik dan cinta insan padamu, semua meneteskan air mata di hari kepergianmu , semua kaget dan bersimbah air mata.
Pa, sangat cepat dirimu pergi, tanpa kau beri pesan dan tanda, kau pergi menghadapNya , sang pemilik cinta, pemilik segalaπŸ˜₯ Tak pernah terbayang  bahwa semua akan berjalan secepat ini, namun semua nyata. Di tanggal cantik itu, di hari Selasa. Yang katanya adalah hari  dimana orang-orang baik dipanggil oleh sang pemiliknya. Kau pergi meninggalkan kami tanpa cela. Yah, 222021 adalah tanggal bersejarah bagiku,  di hari itu tunai sudah baktiku menemanimu Pa! Sampai di pembaringan terakhirmu,  sampai sakratul maut menjemputmu. Di bawah sadarmu,  kau ikuti kalimat talqin yang ku bisikan dintelingamu. Pa, hati ini masih sesak jika ingat begitu cepat dirimu pergi. Tak kau izinkan kami merawatmu dalam sakit. Karena sakitmu hanya satu hari saja dan kau pergi selamanya. 

Pa, dengan senyuman dirimu pergi meninggalkan ku dengan semua kenangan yang kan terukir di sepanjang hayat kami. Cucu-cucumu, sangat menyayangimu, sangat kehilangan sosok tempat mereka mengadu bila kena marah dariku. Sosok pahlawan dalam sanubariku, separuh jiwaku pergi bersamamu Pa. 😭
Pintaku pada-Mu ya Allah, sang Maha Pemilik hidup dan mati. Jadikan setiap zikir, doa dan lantunan ayat Alquran yang keluar dari bibir ini, sampai kepadamu di alam sana. Mengalir untukmu di alam penantian di sana, di alam barzah. Tenang di sana Pa, tunggu kami dan bergandengan tangan kita menuju JannahNya 🀲πŸ˜₯πŸ˜­πŸ’

0 comments:

Post a comment