Kerinduan

Efrina, S.Pd.I


Kerinduan yang mendalam

Saat saya mau masuk ruangan ujian, santriwati MTsM Kota Solok atau dikenal dengan pondok pesantren Tahfiz Al-qur'an Al-Mumtaz berbondong-bondong mengejar saya untuk bersalaman. Sudah kebiasaan di antara kami, guru dan santri untuk saling bersalaman saat apel pagi. Namun kebiasaan itu terputus karena covid menyapa. Kami melaksanakan pembelajaran daring dan belajar langsung dari rumah dengan bimbingan guru. Kegiatan sekolah dijadwalkan  sesuai mata pelajaran yang biasanya ada setiap tatap muka. 

Saya waktu itu mengajar mata pelajaran Fiqih, banyak para santri yang menyukai mapel ini, karena strategi yang saya gunakan berupa metode pembelajaran aktif dan kontekstual. Seperti materi sedekah, hadiah, hibah, sholat, dan puasa. Saat pembelajaran berlansung saya memberikan kesempatan untuk santri memahami 1 bab materi dan menyuruh mereka mempraktekkan contoh dari sedekah itu bagaimana.
Jadi ada 2 orang yang tampil ke depan dan menjelaskan proses bagaimana cara seseorang memberi sedekah dan penerima sedekah. Kemudian guru juga mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. 
Dengan bertanya apakah ada diantara anak ustazah yang pernah mendapat hadiah dari orangtuanya seperti ketika mendapat juara kelas, juara tilawah, juara MTQ atau prestasi lainnya. Nah dengan memggalai berbagai pertanyaan yang pernah mereka alami,  para santri jadi sangat senang dan bersemangat dalam menceritakan pengalamannya masing-masing. 


Dengan pengalaman tadi lah anak menceritakan pengalamannya yang pernah mendapat penghargaan atau hadiah dari ayah, ibu atau saudaranya. 
Jadi pembelajaran yang sifatnya praktek lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh anak didik kita. Dengan pembelajaran yang menyenangkan akan tercipta kedekatan antara siswa dan gurunya. 

Begitu dekatnya kami saat itu, sampai kini masih terjalin.  Saat jam pulang mengawas, para santri meminta foto selvi bersama. Saking rindunya dan mengatakan kalau tidak terasa waktu cepat berlalu, karena saat ini mereka sudah kelas IX dan sudah hampir tamat SMP. 


Akhirnya kami melepaskan rindu satu sama lain. Saya berpesan kepada mereka, agar dimanapun nanti menyambung sekolah tetaplah semangat dalam menuntut ilmu, bantu orang tua dan berbaktlah kepada mereka. Semoga menjadi anak sholehah dan tercapai semua cita-citamu. 
 
Penulis 
Efrina, S.Pd.I

0 komentar:

Posting Komentar