Sejarah Terbentuknya Tahun Baru Islam


Jumat,  29 Juli 2022 SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi memperingati hari besar Islam yaitu,  Tahun Baru 1444 Hijriah. Kegiatan diadakan di mushala YPI Islam Al-Ishlah. Kegiatan diisi dengan tausiah agama  oleh Ustad Salahudin Al Ayubi. Seorang mubalig hebat yang pernah tinggal di Makkah dan saat ini menjadi salah satu pembina yayasan di SMP Islam Al ishlah Bukittinggi. 
Dalam ceramah yang berlangsung lebih kurang 45 menit tersebut, Beliau memaparkan bagaimana sejarah dibentuknya tahun baru Islam dan asal mula nama bulan di tahun hijriah ini, yang kita peringati setiap tanggal 1 Muharram.

Ustadz Salahudin mulai berkisah, 
Pada suatu ketika, datanglah sebuah surat ke tangan khalifah Umar Bin Khatab, waktu itu, di masa kepemimpinan Beliau.  Tertulis di dalam surat itu bulan sya'ban,  lalu beliau bertanya, "Ini bulan sya'ban, tetapi sya'ban tahun ke berapa?" Ternyata kita belum memiliki Tahun Islam. Maka sejak itu muncullah ide dibuatnya tahun dan penanggalan Islam. 
Maka diadakanlah  musyawarah dengan para pemuka kaum muslim waktu itu. Semua generasi hadir dalam rapat pembentukan awal tahun baru Islam. Karena umat lain pun juga memiliki tahun mereka tersendiri. Seperti umat nasrani memiliki tahun Masehi, yang sampai saat ini menjadi patokan dan digunakan sebagai penanggalan di dalam kehidupan sehari-hari termasuk bagi kita di Indonesia.  


Ketika itu, di dalam rapat pembentukan tahun baru Islam, diusulkan oleh sahabat dari kaum tua.  Bagaimana kalau tahun baru islam dimulai ketika nabi Muhammad saw lahir? Lalu dijawab oleh sahabat yang lain, kalau dimulai dari kelahiran nabi, berarti kita meniru umat lain. Karena umat Nasrani memulai tahun masehinya sejak kelahiran Nabi Isa yang dianggap sebagai Tuhan mereka. 
Lalu diusulkan lagi oleh para sahabat ketika itu, kalau tahun baru dimulai saja sejak nabi diangkat menjadi rasul. Juga tidak diterima, karena ketika nabi diangkat menjadi rasul, waktu itu dimulainya penderitaan oleh nabi dan kaum muslim, karena ketika itu nabi dicaci maki, diboikot dimusuhi dan berbagai kesusahan dialami oleh nabi ketika itu.
Lalu di usulkan lagi bagaimana kalau dimulai sejak nabi meninggal dunia.  Namun ditolak lagi, karena itu tahun kesedihan, jika dimulai dari meninggalnya nabi, tentu akan ada kesedihan berulang setiap tahun maka yang akan diingat kesedihan saja. 

Ali bin Abi thalib sebagai perwakilan kaum muda waktu itu mengusulkan,  bagaimana kalau tahun baru Islam dimulai sejak nabi Muhammad hijrah. Karena ketika nabi hijrah, umat islam mengalami perubahan yang sangat signifikan. Nabi sudah bebas untuk berdakwah, pemeluk Islam makin banyak, dan Islam semakin berkembang luas ke seluruh penjuru negeri. Sejak hijrah, terjadi kebangkitan umat islam. 
Jadi di dalam musyawarah itu semua sepakat dan menyetujui Maka diputuskanlah sejak itu, bahwa awal permulaan tahun baru Islam adalah sejak Nabi Muhammad mulai hijrah dari Mekah ke Madinah. 


Ketika awal nabi hijrah, Beliau diikuti oleh kaum Quraisy, mau dibunuh dan dicekal, lalu nabi bersembunyi di gua Tsur selama tiga hari tiga malam. Lalu Beliau menuju Madinah, namun sebelum itu singgah di sebuah daerah yang bernama Quba, lalu meneruskan perjalanan ke Madinah dengan jarak tempuh dari masjid Quba ke madinah sejauh 7 KM. 
Sesampainya nabi di Madinah,  Beliau  disambut dengan syair oleh masyarakat Madinah yaitu syair 
"Talaal badru alaina,  min syaniyyatil wada' wajaba syukru alaina,  wajaba lillahi dak.
Nabi tinggal dan berdakwah di Madinah selama 10 tahun dan di Mekah selama 13 tahun sejak hijrah.  
Setelah diputuskannya tahun baru Islam dimulai sejak Nabi Hijrah. Maka diberi namalah setiap bulan dari tahun ini. 
Bulan hijriah yang pertama dimulai dari; 

1. Muharram.  Artinya adalah terhalang. Jadi bulan ini adalah bulan yang terhalang dari melakukan hal yang tidak baik, seperti berperang dan melakukan hal jelek lainnya.  Seperti Masjidil Haram artinya,  masjid yang terhalang dari orang-orang nonmuslim. Jadi selama bulan haram ini dilarang untuk berperang,  tidak boleh bermusuhan,  oleh karena itu bulan haram ini disebut dengan bulan yang suci. Semua terhalang dari hal yang buruk-buruk. 

2. Bulan kedua adalah syafar,  artinya adalah kuning atau bulan kuning. Karena di bulan dan waktu itu daun-daun mulai menguning. 

3. Bulan ketiga adalah Rabiul Awal, Artinya adalah musim semi pertama karena bunga-bunga mulai bermekaran. 

4. Bulan keempat Rabiul Akhir artinya musim semi terakhir 

5. Bulan kelima, Jumadil Awal artinya bulan beku pertama. Karena waktu itu musim dingin yang membekukan, bahkan pernah sampai 5 derajat celsius dinginnya. 

6. Bulan keenam Jumadil Akhir artinya bulan dingin dan beku yang terakhir. 

7. Bulan ketujuh, adalah Rajab,  artinya adalah mencair. Ketika es yang membeku itu sudah mulai mencair

8. Bulan ke delapan Syakban artinya, bercabang. Es yang mencair mengalirkan air yang bercabang-cabang ke seluruh penjuru,  maka diberilah nama sya'ban yaitu bercabang.
 
9. Bulan kesembilan Ramadhan artinya membakar. Bulan ini adalah bulan yang sangat panasnya, seperti membakar. Disebut bulan pengampunan karena di bulan inilah Allah membakar dosa-dosa, dengan cara kita beribadah puasa di bulan ini. 

10. Bulan kesepuluh, adalah bulan Syawal. Artinya adalah peningkatan, karena panas dan membakar di bulan Ramdhan semakin meningkat di bulan syawal ini dengan  semakin panas 

11. Bulan kesebelas Zulkaidah artinya bulan duduk-duduk. Karena di bulan ini tidak sanggup lagi keluar rumah,  karena saking panasnya kita tidak bisa keluar rumah, jadi duduk saja di rumah. Panasnya sampai 50 derajat celsius. Saking panasnya,  orang-orang tidak bisa berkegiatan di luar rumah. 
Di kota Padang saja yang kita katakan panas hanya sampai 21 derajat,  di Pekan Baru hanya sampai 34 derajat celsius panasnya. 

12. Bulan kedua belas bulan Zulhijah adalah bulan haji karena orang-orang naik haji ke Mekkah. Maka disebut dengan bulan haji. 
 

Jadi bulan Arab dibuat berdasarkan keadaan, kejadian dan peristiwa yang berlaku di saat itu. Di tahun Islam ini, kita  menghitung hari berdasarkan perputaran bulan, berbeda dengan perputaran matahari.  Perputaran bulan ini lebih cepat dibandingkan dengan perputaran matahari. Sementara orang Nasrani menghitung hari berdasarkan peredaran matahari. Jadi ada selisih satu tahun antara tahun masehi dan hijriah. Jika umur kita di tahun masehi 40 tahun, maka di tahun Islam kita sudah berumur 41 tahun.  

Jadi tahun baru Islam sering juga disebut tahun  Hijriah adalah tahun kebangkitan. Dimana dimulainya kebangkitan kaum muslim di seluruh dunia. Bagi kita pun sebagai remaja muslim saatnyalah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Kita buktikan kalau kita mampu bangkit dari keterpurukan, saatnya kita melakukan perubahan yang lebih baik bagi diri, masyarakat,  bangsa dan agama kita. 
Jadikanlah moment tahun baru 1444 H ini menjadi tanda kebangkitan dan semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi. 

0 komentar:

Posting Komentar