Breaking News

Implementasi P5 dalam Pagelaran Randai SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi

Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. Adapun tujuan diterapkan P5 ini bagi siswa adalah, agar para pelajar memiliki berbagai karakter baik yg sesuai dengan profil pelajar pancasila. SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi sebagai salah satu sekolah yang sudah mulai melaksanakan Kurikulum Merdeka di Bukittinggi  sudah mulai menjalankan P5 ini Dengan mengadakan Pagelaran Randai pada hari Sabtu, 17 Desember 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sekolah secara meriah. Semua siswa -siswi kelas VII tahun ajaran 2022-2023 dilibatkan dalam pertunjukan ini. Setelah berlatih selama lebih kurang 6 bulan, pagelaran ini bisa dilaksanakan secara maksimal oleh semua pemeran.

Pagelaran Randai dihadiri oleh orangtua siswa kelas VII dan semua guru. Orangtua sengaja dihadirkan agar secara langsung bisa menyaksikan kemampuan dari anak-anaknya dalam menampilkan bakat mereka. Kepala Sekolah Busyra,  S.Pd. menyampaikan sambutannya dengan memaparkan apa tujuan dan alasan diadakannya pagelaran randai ini.  Beliau secara gamblang menjelaskan prinsip penerapana P5 yaitu bersifat holistik, kontekstual, student center, dan juga eksploratif. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi yaitu Bapak Drs. Melfi, M.Si. Beliau sangat mengapresiasi dengan diadakannya Kegiatan ini. SMP Islam Al Ishlah sudah mampu menerapkan prinsip Merdeka Belajar dengan mengeskplorasi kemampuan peserta didik dari berbagai aspek. Semoga randai ini bisa terus dilanjutkan dengan menjadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler harap beliau.

Acara ini juga dihadiri oleh ketua LKAAM  Kota Bukittinggi, Kepala Sekolah SMP se-Bukittinggi, Babinsa, Babinkamtibmas, Niniak Mamak, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. Ketua LKAAM Ferry Chofa Dt. Tun Muhammad dalam sambutannya juga mengapresiasi dan senang dengan diangkatnya kegiatan ini. Menurut Beliau,  kesenian tradisional Minangakabau ini perlu dikembangkan dan dilestarikan. "Di dalam randai terdapat perpaduan berbagai seni, yaitu ada seni musik,  seni peran, nyanyian, olah raga dan juga pencak silat. Jadi sudah selayaknyalah sebagai generasi muda kita kembali memasyarakatkan kesenian ini." ujar beliau. 

Pagelaran Randai SMP Islam Al-Ishlah yang diberi nama Talago Janiah  ini menampilkan enam grup secara bergantian. Pagelaran ini mengangkat tema "Mambangkik Batang Tarandam Kesenian Tradisional Minangakabau" 
Dengan pakaian adat dan sarawa galembong mereka tampil dengan memukau. Memainkan alat musik,  pencak silat dan juga bermain peran dengan sempurna.  Walaupun di bawah terik matahari yang mulai meninggi, mereka semangat tampil di hadapan para tamu undangan.  "Terbayar sudah lelah dan perjuangan latihan selama ini dengan persembahan yang ditampilkan oleh semua" ujar Reni el Huseniyah selaku ketua pelaksana. 


Semoga penerapan profil pancasila ini bisa tertanam dalam bagi jiwa semua peserta didik. Ke depannya akan ada lagi P5 lainnya yang mendukung budaya lokal dan juga mendukung prinsip Merdeka Belajar. Sukses SMP Islam Al Ishlah mencetak generasi Islami yang berkarakter pancasila. 

Tidak ada komentar