Candu Gawai (Gadget) bagi Anak-Anak


Gawai adalah fenomena yang sangat memprihatinkan dewasa ini. Bagi anak-anak milenial gawai bukanlah hal yang mewah dan aneh lagi. Bahkan bayi baru lahirpun akan bertemu pertama kali dengan gawai. Masa sih? 
Lihatlah bayi yang baru lahir dan sedang dibersihkan oleh para bidan, biasanya keluarga yang menanti pasti akan memoto bayi tersebut, dan  langsung  update ke media sosial. Sebagai bentuk rasa syukur dan informasi  kabar gembira kepada semua  warga net.
Apa iyya sudah sejauh itu ? 

Boleh dibuktikan, kalau dulu sebelum zaman milenial datang,  (generasi zaman old), anak-anak bermain sepeda🚴‍♀, layang-layang, sepak bola, 🤾‍♂kelereng, bersama teman-temannya. Kini anak-anak bahkan balita pun, asik bermain game,📱 menonton video. Anak- zaman now, sangat aktif  mendengarkan lagu, chatting dengan teman dan browsing websites dengan gawai sendirian.

Kalau dulu, ibu-ibu pusing memikirkan anaknya terlambat pulang karena keasyikan main ditambah bajunya yang kotor, basah dan bau, karena asik bermain di lapangan, di sawah dan bahkan mandi ke sungai. Sekarang justru sebaliknya, ibu-ibu pusing karena anaknya lebih asik bermain di rumah. Malahan susah disuruh untuk bermain ke luar, dengan teman temannya. Bajunya bersih, susah di suruh makan, belajar karena asik dengan gawainya masing-masing


Jadi memang benarkan bahwa dunia sudah terbalik?😞

Bahkan, menurut badan bernama USA Centers for Disease Control and Prevention, 

Rata-rata anak menghabiskan waktu 8 jam menatap screen gawai nya. Semakin bertambah usia mereka, semakin bertambah waktu yang dihabiskan dengan gawai. Akibatnya dalam jangka panjang penglihatan anak akan terganggu

Badan ini juga menunjukkan bahwa angka myopia meningkat akibat pemakaian gawai delapan jam sehari. Kenapa begitu? Karena saat menggunakan gawai, mata akan lebih jarang mengedip.
Dalam keadaan normal, biasanya mata mengedip 15 kali per menit, tetapi saat menggunakan gadget, mata hanya berkedip 5 kali per menit.

 Kalau begitu, selama delapan jam, yang tadinya kita berkedip sebanyak 7200 kali, dengan gawai kita hanya berkedip sebanyak 2400 kali. 🤔

Jadi, bisa kita bayangkan, bila kegiatan ini terjadi setiap hari bisa kering kali ya cairan mata kita.🥺
Begitu bahaya nya penggunaan gawai bagi anak - anak. 
Jadi sudah sepantasnyalah kita sebagai orangtua untuk mawas diri memerhatikan generasi emas kita ini  dalam penggunaan gawai. 
Janganlah, efek negatif gawai akan menimbulkan penyesalan seumur  hidup😥. Karena tidak sedikit pula kabar kita dengar banyaknya anak anak yang harus masuk ke rumah sakit jiwa karena kecanduan game online. Harus dirawat karena kerusakan mata dan sebagainya. 
Fenomena gawai bertambah mengejutkan, karena para peneliti menemukan bahwa kini bayi berusia dua tahun sudah bisa menggunakan gawai, sama dengan dulu orangtua mereka waktu bayi bisa menggunakan botol susu untuk disedot dengan mulut.😱

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa: 1 dari 3 anak sudah bisa menggunakan gawai sebelum mereka bisa bicara! 😱
Begitu beratnya tigas kita sebagai orangtua, guru dan masyarakat. Sudah seharusnya kita menjadi orangtua  yang bijak dan cerdas dalam penggunaan gawai bagi anak-anak. 😊💓

1 comment:

  1. Gimana yaa... tanggapan para readers 🤔🤔😁

    ReplyDelete