Apa itu Kurikulum Prototype?

KURIKULUM PROTOTIPE 

SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi pada hari Sabtu,  22 Januari 2022 mengadakan sosialisasi kurikulum prototipe yang sudah mulai digaungkan oleh kementerian pendidikan nasional. Tidak tanggung tanggung kegiatan ini adalah salah satu jemput bola sekolah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana dan apa betul itu kurikulum prototipe tersebut? Sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Kurikulum dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Bukittinggi yaitu Bapak Hendri, S.Pd. kegiatan di buka oleh Ibu Yetni Erdawati, S.Sos selaku Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Peningkatan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi. Kegiatan hari itu dilaksanakan di aula lantai tiga SMP Islam Al Ishlah, dihadiri oleh semua guru dan juga pembina yayasan. 
Dalam sosialisasi kurikulum prototipe ini, Bapak Hendri menjelaskan secara detail apa dan bagaimana pelaksanaan kurikulum ini ke depannya. Untuk lebih jelas mari kita bahas. 


Ternyata kurikulum prototipe ini disiapkan untuk dilaksanakan full di tahun 2024. Sebelum dilaksanakan secara keseluruhan dua tahun mendatang,  maka menjelang itu, diadakanlah piloting atau seleksi bagi sekolah dan guru yang berhak menggunakan kurikulum prototipe ini. Jadi kurikulum prototipe ini bisa dilakukan sekolah jika guru atau kepala sekolahnya, sudah menjadi guru penggerak. Bagi kepala sekolah yang lulus sebagai kepsek penggerak, maka sekolah yang dipimpin nya wajib menggunakan kurikulum prototipe, sedangkan bagi pendidik yang lulus sebagai guru penggerak,  maka kelas 7 dan 9 yang wajib memakai kurikulum ini.
Sekarang seleksi guru penggerak sudah memasuki angkatan yang ke - 6. Bisa di akses oleh semua guru yang memiliki akun SIM PKB. Jadi silakan diikuti ya Bapak dam Ibu guru. Karena ke depannya semua kegiatan diklat kepala sekolah, PPG dalam jabatan dan diklat lain berkaitan dengan administrasi keguruan, tergantung kepada sertifikat guru penggerak ini. Jadi jangan sampai diabaikan yaa.


Kurikulum yang digunakan dalam 1 dasawarsa ini adalah kurikulum 2013, lalu kurikulum darurat yang diberlakukan ketika pandemi merebak. Setelah itu lanjut kepada kurikulum mandiri, yaitu kurikulum yang disusun secara mandiri oleh dinas di masing-masing daerah. Kurikulum prototipe yang akan diberlakukan ini, boleh dipakai jika sebelumnya telah melakukan kurikulum mandiri.
Lalu apa dan bagaimana sebenarnya kurikulum prototipe ini?
Dalam kurikulum ini dilakukannya diversifikasi kurikulum yang penguatannya terdiri dari pelaksanaan kegiatan  intrakurikuler,  kokurikuker dan ekstrakurikuler. Di SMA nanti peminatan berdasarkan kokurikuler  dan ektrakurikuler di SMP. Karena kemampuan kognitif anak ada di kokurikuler dan ekstrakurikuler. Sementara intrakurikuler tidak tidak lagi diperhitungkan atau diutamakan,  karena hanya diambil 30 persen saja. Lebihnya 60 persen untuk kokurikuler dam ekstrakurikuler. Juara kelas pun diambil dari nilai dan keaktifan anak mengambil ekstrakurikuler. 
Dalam kurikulum prototipe ini, intrakurikuler hanya mempelajari pelajaran umum saja. Kokurikuler diajarkan berdasarkan pengembangan daerah masing-masing. Di Sumbar kokurikuler yang wajib diajarkan adalah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah atau ABS - SBK. Sementara ekstrakurikuler tergantung kepada pengembangan pada daerah dan sekolah masing-masing.  Ekstrakurikuler dari pusat yang diwajibkan adalah kepramukaan, dari Bukittinggi yang wajib adalah tahfiz, olah raga takraw, randai, dan karawitan. 


Sementara ekstrakurikuler sekolah diantaranya adalah poscast, outbond dan lain-lain. Penerapan kurikulum prototipe ini harus berdasarkan profil pelajar pancasila.
Visi dari pendidikan profil pancasila adalah mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, serta bergotong royong dan berkebinekaan global. Dari 18 karakter yang ada pada kurikulum 2013, sekarang diringkaskan menjadi enam nilai pada profil pelajar pancasila di atas. 


Di dalam kurikulum prototipe ini tidak ada lagi KD yang ada adalah CP yaitu (Capaian pembelajaran), Alur Pembelajaran di dalam Capaian Pembelajaran sudah ada pada pencapaian profil pancasila. Di kelas pun tidak lagi mengenal kelas namun vase yang tediri dari 6 vase. Yaitu vase a: kelas 1 dan 2, vase b: kelas 3 dan 4, vase c: kelas 5 dan 6, vase d: kelas 7 dan 8, vase e: kelas 9 dan 10, vase f: kelas 11 dan 12. Berlaku dari kelas 1 SD sampai dengan kelas 12 SMA, jadi satu Capaian berjalan selama dua tahun. Jika tidak tuntas dalam satu vase, peserta didik harus mengulang di vase berikutnya. Inipun berkaitan dengan wajib belajar 12 tahun. Karena anak SMP Kelas 9 dan SMA kelas 10 terletak di dalam satu vase.
Inilah gambaran pembelajaran pada kurikulum prototipe yang akan diberlakukan serentak di tahun 2024. Sementara di tahun 2022 dan 2023 ini adalah masa penjaringan untuk sekolah dan guru yang akan mulai melaksanakan kurikulum prototipe melalui seleksi guru penggerak. Jadi mari kita ikuti semua prosedur yang diberikan. Tidak ada kata menyerah dan tidak mau, untuk perubahan yang lebih baik tentu harus melakukan hal yang lebih dan lebih lagi, agar tercipta generasi yang lebih mumpuni dan juga memajukan pendidikan yang lebih maju untuk ke depannya. 

0 komentar:

Posting Komentar